Keluarga Kerajaan Inggris dalam perangko


Perangko, sekeping kertas kecil yang berfungsi sebagai alat pembayaran bea pos ini pertama kali diperkenalkan di Inggris pada awal abad ke 19. Gambar-gambarnya yang menarik memikat untuk dikoleksi baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Tetapi seiring dengan berkembangnya teknologi, perangko tidak banyak lagi dipakai.

Di bawah ini dapat dilihat koleksi perangko bergambar anggota keluarga kerajaan Inggris seperti, Ratu Elizabeth II, serta anggota keluarga lainnya termasuk juga Lady Diana yang perangkonya paling banyak dicari.

Pernikahan emas Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip

Pada tanggal 20 Nopember 1947 Putri Elizabeth dan suaminya Duke of Edinburgh setelah upacara pernikahan menaiki kereta kaca kerajaan melalui ribuan rakyat Inggris yang mengelu-elukan kembali menuju Istana Buckingham (20p dan 43p).

Limapuluh tahun kemudian Sang Putri yang kini telah menjadi Ratu Elizabeth II bersama suaminya kembali dipotret untuk pembuatan perangko (terbit tanggal 7 Oktober 1997) dalam rangka memperingati ulang tahun perkawinan emas mereka (26p dan 63p).

Pangeran Charles dan Lady Diana


Tanggal 29 Juli 1981 Pangeran Charles, putra mahkota kerajaan Inggris menikah dengan Lady Diana Spencer yang cantik. Seluruh Inggris merayakannya dan hari ini dinyatakan sebagai hari libur nasional. Untuk menyambut hari bahagia ini diterbitkanlah perangko diatas. Selain negara Inggris beberapa negara lain juga menerbitkan perangko bergambar kedua mempelai tersebut seperti Australia dan Siprus.

Pangeran Andrew dan Sarah Ferguson

Di atas ini adalah perangko yang terbit dalam rangka menyambut pernikahan putra kedua Ratu Elizabeth II dari Inggris. Pada tanggal 23 Juli 1986, Pangeran Andrew menikah dengan Sarah Fergusson yang kemudian bergelar Duchess of York, gadis berambut merah dari desa Dummer di Hampshire.

Pangeran Edward dan Sophie Rhys-Jones

Pangeran Edward pertama kali bertemu dengan Sophie tahun 1993 di suatu pertandingan tenis amal. Keduanya mempunyai minat yang sama dalam olahraga seperti berkuda, menembak dan ski, dan juga senang berkarir.

Perangko di atas yang diterbitkan pada tanggal 15 Juni 1999 dimaksudkan untuk merayakan pernikahan putra bungsu Ratu Elizabeth II, Pangeran Edward dengan Sophie Rhys-Jones. Pernikahan berlangsung pada hari Sabtu 19 Juni 1999.

Lady Diana

Kematian Lady Diana secara tragis pada tanggal 31 Agustus 1997 telah membuat rakyat Inggris berkabung. Trotoar di depan 3 istana kerajaan di London tertutup di bawah tumpukan jutaan bunga. Ratusan ribu orang mengantri untuk menandatangani buku belasungkawa. Pesan-pesan simpati membanjir. Jutaan manusia berdiri di sepanjang rute yang dilalui pada upacara pemakaman maupun yang menonton lewat televisi. Perangko diterbitkan beberapa bulan sejak meninggalnya Mawar Inggris ini tepatnya tanggal 3 Pebruari 1998.

Manfaat mengumpulkan perangko antara lain adalah untuk mengenalkan tokoh-tokoh terkenal seperti pada perangko-perangko di atas. Selain itu juga menambah pengetahuan umum lainnya, karena perangko dapat menggambarkan keindahan alam dan budaya, serta merekam peristiwa penting dan bersejarah suatu negara. ————###————-

Advertisements

Mengelilingi Madurodam, menjadi Gulliver di negeri liliput


Bila berkeinginan untuk mengelilingi Belanda hanya dalam satu hari, maka berkunjunglah ke Madurodam. Dengan satu lembar tiket kombinasi yang dapat digunakan untuk naik trem, kereta api, bis dan tiket masuk ke lokasi, berangkat dari stasiun manapun di Belanda akan sampai di sana. Madurodam akan memberi gambaran menyeluruh mengenai apa yang dapat di lihat di negara ini dan kemana akan pergi pada hari berikutnya selama liburan di Belanda.

Madurodam adalah suatu taman yang juga merupakan kota miniatur Belanda. Kota miniatur ini merupakan realisasi dari keinginan untuk membantu sesama dan kenangan akan Perang Dunia II. Ide untuk mendirikannya datang dari, Ny. B. Boon-Van der Starp serta Tuan dan Ny. J.M.L. Maduro. Sebagai anggota suatu organisasi sosial, Ny. B.Boon-van der Starp merasa tergerak hatinya untuk menolong para penderita tuberculosis agar dapat terus melanjutkan pendidikan sembari berusaha untuk mendapatkan penyembuhan. Disadari untuk tujuan ini diperlukan dana yang tidak sedikit, ia lantas terinspirasi untuk membangun kota mini yang menghasilkan pemasukan cukup besar untuk dapat mendanai niat sucinya.

Tuan dan Ny. Maduro dari Willemstad, Curacao (koloni Belanda di laut Karibia) punya alasan yang berbeda. Awalnya mereka ingin mendirikan monumen untuk mengenang putra semata wayang mereka, George J. L. Maduro, yang meninggal semasa Perang Dunia II. Setelah bertemu dan berbincang dengan Ny. Boon-Van der Starp, Tuan dan Ny. Maduro lantas memutuskan untuk menyumbangkan sejumlah uang untuk turut serta membangun kota miniatur sebagai ganti mendirikan monumen yang biasa dikenal, demi mengenang kepahlawanan putra mereka.

Kota miniatur ini diresmikan pada 2 July 1952. Diantara model yang dimasukkan pada tahap awal perkembangannya adalah mercusuar Ameland, yang mempunyai tinggi 2,18 m, dibangun pada tahun 1954. Selama lebih dari 50 tahun kota liliput ini dibuka sepanjang tahun untuk umum, karena merupakan salah satu atraksi turis yang paling penting di wilayah Randstad (Belanda barat). Lebih dari 700 model dipamerkan di sini, seperti: kincir angin, puri, jembatan, museum, jaringan kereta api, mercusuar dll. Model-model di rekonstruksi secara detail dengan skala 1:25 dan dikonstruksi dari berbagai bahan, misalnya kayu, bahan sintetik dan kuningan. Semua bangunan, dan objek bergerak lainnya di dekorasi secara cermat dan mendetail hingga mirip dengan aslinya.

Madurodam mencoba menggambarkan bagaimana tipikal kota-kota Belanda berkembang selama abad-abad yang telah dilalui. Ada bagian-bagian tua dari kota dengan model-model yang menunjuk ulang ke zaman medieval (abad pertengahan); dari rumah-rumah khas, jalan-jalan hingga gereja. Juga ada sistem transportasi, seperti jaringan perkeretaapian, jalan raya dan juga bandara Madurodam yang memungkinkan penerbangan ke semua benua.

Sejak 1 April 1996 area kota Madurodam diperluas. Dengan perluasan ini beberapa penambahan dilakukan, antara lain miniatur Jembatan Erasmus di Rotterdam, Penghalang Banjir di Niuewe Waterweg, dan jaringan perkeretaapian, yang diperluas lebih 50% dari sebelumnya. Jaringan kereta api di  Madurodam tidak hanya diam mematung, tetapi sungguh-sungguh berjalan menunjukkan kesibukan seperti pada umumnya jaringan kereta api biasa, dilengkapi dengan stasiun dan jalur-jalur yang ekstensif. Setiap harinya di Madurodam dapat dilihat 12 kereta api yang berbeda berjalan di rel sepanjang 4 km. Suatu miniatur jaringan perkeretaapian terbesar di dunia. Masing-masing kereta api setiap tahunnya berjalan sejauh 20.000 km.

Diantara model yang dapat bergerak ada beberapa model yang hanya akan berjalan jika dimasukkan sejenis koin yang hanya ada di Belanda, dubbeltje. Jika kebetulan tidak punya silahkan menunggu orang lain yang memasukkan dan lihat apa yang terjadi.

Meskipun merupakan kota terkecil di Belanda tetapi aktifitas yang berlangsung di sana lebih banyak dari kehidupan sehari-hari; dalam 1mkota miniatur tampak ratusan pejalan kaki, sementara para pengunjung hanya dapat berjalan beberapa langkah. Berada di kota Madurodam laksana Gulliver di negeri liliput. Dahulunya Madurodam kota yang berdiri sendiri, Ratu Beatrice pernah menjadi walikotanya, tetapi kini menjadi bagian dari Scheveningen.

Atraksi dan hiburan yang ada di Madurodam sangat cocok untuk anak-anak, dimana mereka tampaknya menyukai model berskala kecil, dan model-model yang dioperasikan dengan koin. Walaupun demikian sebagian besar para pengunjung adalah orang dewasa.

————————————————————————————-

Car Boot Sale


Car boot sale adalah istilah yang dipakai oleh orang-orang di Inggris untuk menyebut kegiatan penjualan barang-barang (umumnya rumah tangga) yang menumpuk di loteng ataupun garasi rumah. Mereka mengemasi barang-barang tersebut dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil (boot/trunk) dan bersiap-siap untuk menjualnya. Ini merupakan suatu cara yang bagus untuk mengosongkan garasi atau loteng mereka dan menukarnya dengan sejumlah uang. Car boot sale mirip dengan pasar loak di Indonesia, hanya bedanya jika pasar loak menempati lokasi yang tetap dan di buka secara rutin (setiap hari), maka lokasi car boot sale dapat saja berpindah-pindah dan tidak setiap hari ada. Di negara lain di Eropa seperti Jerman dan Belanda pasar seperti ini juga ditemukan dengan nama yang berbeda (flohmarkt di Jerman dan …… di Belanda).

Car boot sale dapat diadakan di berbagai macam tempat, biasanya lapangan terbuka, halaman sekolah, tempat parkir yang bertingkat, atau juga di sekitar pasar, bergantung lingkungan kehidupan di sana, pedesaan atau kota, pada hari dan bulan yang telah ditentukan.  Kegiatan ini dapat saja diiklankan lewat majalah atau koran lokal, atau juga melalui selebaran yang ditempel di area sekitar.  Sebagian merupakan kegiatan yang boleh dikata rutin, diadakan setiap hari Minggu, yang lainnya hanya di lakukan kadang kala. Car boot sale merupakan cara yang menyenangkan bagi banyak orang untuk menjual barang-barang rumah tangga yang sudah tidak dibutuhkan, tetapi mungkin diperlukan oleh orang lain. Suatu cara yang efektif untuk mendaur ulang benda-benda yang sudah tidak diperlukan. Di sini penduduk sekitar dapat saling bersosialisasi dan  mendapatkan barang-barang yang mereka perlukan dengan harga yang murah, karena pada umumnya barang yang dijual disini masih dalam kondisi baik. Banyak orang menyukai atmosfer car boot sale, sehingga juga menjadikannya kegiatan yang bersifat rekreasi.

Bagi mereka yang ingin mengambil bagian dalam car boot sale ini, diharuskan membayar sejumlah kecil bea keikutsertaan. Di area car boot sale, mobil-mobil diparkir dengan pintu bagasi yang dipenuhi dengan barang-barang yang bisa jadi milik teman atau famili atau milik sendiri dalam keadaan terbuka. Bila barang terlalu banyak bisa dibantu dengan meja lipat atau apa saja untuk menaruh barang dagangan. Bagi para pembeli terkadang (tidak selalu) juga diminta bea masuk sekitar 20p atau 50p (pence) sebagai sumbangan. Segala macam barang dijual disini, mebel tua, pakaian bekas, buku-buku, peralatan listrik, dan bahkan produk kebun mereka sendiri seperti bunga, sayuran dan tanaman lainnya.

Yang menyenangkan dari car boot sale antara lain adalah kita tidak memerlukan banyak uang untuk membuat waktu yang kita habiskan disini berharga. Bagi kolektor benda-benda antik atau unik, car boot sale menyediakan benda-benda menarik untuk dikoleksi dengan harga yang relatif tidak mahal. Harus cukup sabar dan awas mengamati dan mencari diantara tumpukan benda yang tidak menarik, apa yang diinginkan. Selain itu datang awal juga merupakan cara untuk mendapatkan barang yang ditawarkan sebelum diambil orang lain.

Di car boot sale tidak menerima pembayaran dengan kartu, dan juga mereka tidak menyediakan uang kembalian dalam jumlah besar, karena itu para pembeli harus membawa banyak uang tunai dalam pecahan kecil. Waktu terbaik melihat car boot sale adalah pada musim semi ketika cuaca cerah, pada musim dingin yang cenderung selalu mendung terkadang diperlukan senter untuk melihat benda yang ditawarkan.  Surprise surprise. Siapa tahu anda akan cukup beruntung menemukan suatu harta karun.

————————–

Bertemu Lady Diana di Madame Tussaud’s Museum


Di London ada suatu tempat dimana kita dapat berjumpa dengan para pesohor dunia, bai dari masa lalu maupun kini. Tepatnya di jalan Marylebone, ada satu museum yang sangat terkenal di dunia, namanya Madame Tussaud’s. Koleksi museum yang di London ini merupakan yang terlengkap dibandingkan Museum Madame Tussaud’s lain seperti yang di Amsterdam, Belanda, maupun di Tokyo, Jepang. Di sana tersimpan lebih dari 400 patung lilin, mulai dari bintang film seperti Sylvester Stallone (Rambo), bintang olahraga, seperti Mohammad Ali, kepala negara, tokoh agama, dll. Patung-patung itu telah menghabiskan sekitar 1080 kg wax, atau setara dengan 16.000 batang lilin. Setiap patung di buat dalam waktu enam bulan dan menghabiskan biaya sebesar ₤30.000. Ratu Elizabeth II yang paling sering dibuat modelnya, yaitu 17 kali.

Sebagai salah satu objek pariwisata yang sangat diminati, tentu saja museum ini telah menyedot perhatian begitu banyak wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara, tidaklah mengherankan kalau di depan museum tergantung tulisan yang artinya ‘harap luangkan waktu satu jam untuk antri tiket’. Memang demikianlah keadaannya, pada waktu-waktu sibuk seperti hari Minggu, pengunjung membludak, antrian bisa sangat panjang, meskipun harga tiket masuk relatif mahal.

Begitu memasuki arena museum kita akan dibawa ke suasana pesta taman pada malam hari. Lampion-lampion temaram bergelantungan di pohon buatan dan di langit-langit ruangan. Para pesohor dari dunia olahraga dan hiburan berbaur dengan para pengunjung. Kalau tidak teliti sukar untuk membedakan antara patung dengan para pengunjung. Suasananya tampak seperti hidup, ada patung yang tampak mengobrol, ada juga yang cuma berdiri, main piano, juga tertawa.

Berikutnya adalah ruang proses pembuatan patung. Di sini ada satu rak dinding yang penuh dengan bagian-bagian tubuh seperti kepala, tangan dan kaki patung yang belum sempurna. Juga ada patung Napoleon Bonaparte yang sedang tidur dengan dada yang naik turun tak ubahnya seperti orang yang sedang bernafas. Betul-betul seperti hidup.

Menginjak ruangan berikutnya akan dijumpai anggota keluarga kerajaan Inggris di masa lalu dan yang sekarang, para pesohor asal Inggris, negarawan dari berbagai negara serta tokoh agama. Ada Ratu Elizabeth I, Ratu Elizabeth II, Pangeran Charles, The Beatles, juga Lady Diana.

Memasuki Chamber of Horrors, atau ruang yang menakutkan mungkin kira-kira begitu, suasana yang lain terasa. Ruangan ini dibuat sedemikian rupa hingga tekesan menyeramkan. Suasananya remang-remang bahkan cenderung gelap, berdebu persis seperti gudang bawah tanah, dengan suara-suara atau jeritan yang menakutkan. Kalau sendirian di ruangan ini mungkin bisa merinding juga, tapi karena ramai-ramai, banyak pengunjung lainnya maka tidak terasa takut. Di sini terkumpul para tokoh-tokoh kriminal yang sangat jahat yang hidup di masa lampau, lengkap dengan tiruan penjara bawah tanah yang gelap, pengap dan berdebu. Juga ada peragaan hukuman pancung kepala dengan menggunakan guillotine. Terdengar suara berdebum tanda pisau guillotine telah melaksanakan tugasnya. Iihhh sungguh mengerikan. Juga ada upacara pembakaran hidup-hidup gadis muda Joan of Arc. Ia tengah berdiri di tengah kobaran api unggun dengan tubuh terikat di sebuah tonggak. Terdengar pula suara kemeretak api yang melalap kayu bakar. Sayang sekali larangan memotret diterapkan di ruangan ini.

Spirit of London adalah ruang terakhir sebelum mengantar ke pintu keluar. peragaan. Pengunjung dipersilahkan naik kereta api mini, dengan jalur memutar. Di kiri dan kanan di atas kepala masih banyak lagi patung-patung yang menggambarkan kehidupan Inggris di masa lampau. Ada patung yang sedang menulis dengan pulpen bulu angsa. Turun dari kereta api mini kita boleh memilih untuk istirahat sambil menikmati makanan kecil di kafe yang tersedia atau langsung keluar menuju ruang penjualan souvenir.

———————————————-#############——————————————-

Keukenhof, kebun sayur mayur yang menjadi taman bunga


Tulip memang identik dengan Belanda walaupun asalnya bukan dari sana, tetapi dari Turki. Adalah Carolus Clusius, seorang ahli biologi, yang pertama kali memperkenalkannya pada tahun 1953, dengan menanamnya di sebuah kebun di Leiden setelah mendapat kiriman bibit bunga ini dari temannya yang menjadi dutabesar di Kostantinopel. Tulip yang telah menjadi simbol negeri kincir angin ini bersama dengan bunga leli, daffodil, gladiol, merupakan produk ekspor penting negeri Belanda, dipasarkan hingga ke Amerika Serikat, Jerman dan Jepang.

+++

Berada di Belanda pada musim semi memang menyenangkan, karena itu berarti kesempatan untuk menikmati keindahan bunga tulip di Keukenhof, yang terletak sekitar 18 kilometer dari Amsterdam, di sebelah selatan Haarlem, antara kota Hillegom dan Lisse. Taman cantik seluas 32 hektar ini merupakan area pameran bagi industri bunga di Belanda.

Keukenhof sebelumnya tidaklah secantik sekarang. Dahulunya (1401-1436) tempat ini dimiliki oleh seorang wanita bangsawan Belanda, Countess Jacoba van Beieren. Ia memanfaatkan sebagian lahan untuk bertanam bumbu dapur, sayur mayur dan buah-buahan. Setiap hari sang countess mengumpulkan bahan-bahan segar untuk dapurnya. Inilah yang memberi nama kepada taman ini di kemudian hari, Keuken artinya dapur dan hof artinya kebun, secara harfiah Keukenhof berarti Kebun Dapur.

Pada tahun 1840, tempat ini di didisain ulang dalam gaya meniru alam. Dengan bentuk-bentuk permukaan tanah yang tidak beraturan serta dapat dijumpai kolam-kolam. Pada tahun-tahun berikutnya Keukenhof terus mengalami perkembangan hingga seperti sekarang ini.

Pada tahun 1949, walikota Lisse waktu itu bersama dengan 10 pengusaha bunga terkenal memunculkan gagasan untuk mengadakan pameran bunga yang sifatnya tahunan untuk menunjukkan kepada pengunjung berbagai jenis bunga yang ada di Belanda. Sebagai lokasi pameran mereka mendapatkan tempat ini yang kemudian dikenal sebagai taman bunga tulip terbesar di dunia.

Pada tahun pertama, pameran bunga ini berhasil menarik 236.000 pengunjung. Dengan berlalunya waktu Keukenhof semakin banyak menyedot perhatian pengunjung. Kini, selama sekitar 8 minggu setiap tahunnya, taman terkenal ini dapat menarik antara 700.000 hingga 900.000 pengunjung untuk melihat lebih dari 6.000.000 bunga, termasuk diantaranya 1000 jenis tulip.

Selama empat dekade pengunjung dari seluruh dunia datang kemari untuk menikmati keindahannya, meskipun demikian tujuan utamanya adalah tetap untuk memajukan industri bunga dan pariwisata adalah tujuan kedua. Awalnya hanya 10 pengusaha bunga yang berpartisipasi dalam pameran, tetapi kini telah bertambah menjadi lebih dari 90 pengusaha.

Keukenhof dibuka mulai akhir Maret hingga akhir April setiap tahunnya. Selama 10 bulan sebelumnya para suplier sibuk menyiapkan 32 hektar area displai dengan bunga aneka warna. Setiap setelah pameran usai semua bunga dicabut dan taman didisain ulang.  Tidak hanya tulip yang ditemui disini tetapi juga daffodil, narsiskus, hiasin, leli, dan lain-lain ditanam dibawah rindang daun pepohonan abad 18, di antara lapangan rumput hijau, kanal-kanal, danau buatan yang diisi angsa-angsa hitam dan putih (yang khusus disewa setiap tahunnya untuk mempercantik taman) dan jalan setapak untuk pengunjung, serta objek-objek seni lainnya seperti patung-patung. Saat terbaik untuk berkunjung adalah akhir April atau awal Mei dimana semua bunga sedang berkembang.

Selain dijumpai dalam taman di udara terbuka, bunga-bunga juga dipamerkan dalam pavilyun-pavilyun di dalam ruang tertutup dengan luas seluruhnya sekitar 7000 m2. Lebih dari 500 jenis bunga dipamerkan disini; diantaranya pernah dipamerkan satu spesies bunga tulip berwarna merah muda yang diberi nama Hillary Clinton.

Keindahan dan keunikan Keukenhof telah menjadikannya sebagai objek turis yang penting di Belanda dan salah satu tempat yang paling banyak dipotret di dunia. Setiap sudut  taman menawarkan keindahan, hamparan karpet bunga berwarna warni, angsa-angsa cantik penghias kolam, dan juga seorang noni Belanda yang ramah dan murah senyum dalam pakaian tradisional yang melepas para pengunjung di pintu keluar, semuanya memikat untuk difoto.

Ameland, hidup berteman laut


Ditulis oleh IPRANTA, dimuat di harian Kompas edisi Minggu, sekitar tahun 2005-2006

Ameland, sebuah pulau kecil di kepulauan Frisia, rangkaian kepulauan yang sebagian pulau-pulaunya dimiliki Belanda, Jerman dan Denmark, yang terletak di lepas pantai utara Belanda daratan. Pulau yang sebagian besar terdiri dari gumuk pasir ini mempunyai area daratan seluas kurang lebih 60 km2.

Menurut sejarah, dahulunya Ameland merupakan tempat para pelaut dan nelayan berlindung dari serangan badai yang dikemudian hari menetap di sana. Bahkan di abad 18, menangkap ikan paus merupakan sumber pendapatan utama para penduduk disana. Kini, penduduknya yang hanya berjumlah sekitar 3500 jiwa terkonsentrasi di 4 kampung, yaitu Ballum, Buren, Hollum dan Nes. Hollum merupakan kampung tertua dengan jumlah penduduk terbanyak, disusul Nes dimana pelabuhan ferry berada. Nes merupakan kampung yang paling ramai karena menjadi pusat bisnis dan sering dikunjungi turis untuk mendapatkan beragam souvenir. Ballum, kampung dimana pelabuhan udara Ameland terdapat dan Buren kampung keempat dan terletak paling timur yang awalnya merupakan kampung petani.

Di Ameland, bangunan-bangunan tua tetap dipertahankan dan dirawat dengan baik, misalnya, di Hollum terdapat gereja yang didirikan awal abad 12, rumah-rumah kapten kapal yang dibangun pada abad 15, serta mersu suar yang dibangun pada abad 18. Bangunan-bangunan bersejarah diatas serta banyak lagi yang dijumpai ditempat lain menjadi objek yang menarik perhatian para turis.

Permata Laut Wadden
Ameland adalah suatu pulau yang telah terbiasa hidup dari dan dengan laut (berteman dengan alam) yang oleh Pemerintah Belanda diperuntukkan sebagai salah satu percontohan pengelolaan lingkungan yang didasarkan pada semboyan kembali ke alam (back to nature) sesuai dengan proses alamiah yang berlangsung. Pada bagian pesisir Pulau Ameland dikelilingi oleh beberapa proses alamiah yang terpengaruh oleh aktifitas laut yang mengitarinya.

Pantai bagian selatan dimana kondisi lautnya relatif tenang disertai energi yang rendah maka material yang diendapkan berukuran halus (lempung). Perubahan muka laut yang cukup signifikan pada saat pasang naik dan pasang surut memberi keunikan tersendiri bagi pulau ini. Pada saat pasang naik Ameland akan terpisahkan dari Belanda daratan tetapi pada saat surut terendah akan tersingkap dasar Laut Wadden yang menyatukan Pulau Ameland dengan Belanda daratan, hanya dijumpai beberapa alur saja yang masih tetap ada airnya, sehingga memungkinkan untuk dilalui dengan berjalan kaki. Berjalan kaki menyeberangi Laut Wadden pada saat pasang surut merupakan sesuatu yang berbahaya, tetapi justru menjadi tantangan bagi mereka yang ingin melakukannya. Jarak dari pelabuhan ferry Holwerd di Belanda daratan ke Ameland hanya sekitar 9 km.

Secara morfologi bagian selatan dan timur Pulau Ameland ini relatif rendah, maka untuk menanggulangi air laut pada saat pasang naik tinggi dibuatlah tanggul (dike). Morfologi ini tersusun oleh material yang diendapkan oleh aktivitas pasang surut khususnya pada saat pasang tertinggi. Bagian ini juga merupakan daerah konservasi fauna dengan adanya berbagai jenis burung serta flora pada ekosistem daerah pasang surut.

Bagian tengah yang merupakan endapan material tua yang sangat stabil dan berukuran kasar hasil endapan pasir pantai dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian dan sebagian untuk perkampungan yang ada.

Di pesisir barat dan utara saat ini terdapat endapan pasir pantai yang membentuk gumuk-gumuk pasir yang mempunyai ketinggian yang cukup sehingga dapat menahan air laut pada saat pasang naik. Sedangkan ke arah utara di tengah laut tampak dari kejauhan sumur eksplorasi minyak bumi yang dimiliki oleh salah satu perusahaan minyak Belanda. Selain sumur eksplorasi minyak juga banyak dijumpai fauna yang khusus seperti anjing laut. Anjing-anjing laut ini akan terlihat pada saat air laut surut pada musim panas beriringan menuju ke pesisir endapan pasir di tengah Laut Utara.

Untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan pasir khususnya di sepanjang pantai yang ada maka dilakukan penanaman pohon-pohon yang dapat berfungsi untuk menangkap pasir yang terbawa oleh angin. Dengan demikian endapan pasir di sepanjang pantai yang ada akan semakin lebar dan semakin tinggi. Hal inilah salah satu usaha dalam pengelolaan lingkungan pesisir dengan semboyan kembali ke alam yang diterapkan.

Pulau Ameland merupakan salah satu tujuan wisata di negeri Belanda khususnya wisata yang berhubungan dengan pengelolaan lingkungan. Ekosistem wilayah pulau kecil yang menjadi tujuan utama mulai dari proses-proses yang berlangsung, dengan endapan yang bervariasi mulai dari yang berukuran halus hingga kasar (pasir) serta flora dan fauna yang hidup pada ekosistem tersebut. Di beberapa bagian pulau juga dijumpai adanya tempat untuk camping khususnya pada musim panas. Tempat-tempat untuk wisata ini dijumpai hampir di seluruh pulau Ameland, demikian juga sarana dan prasarana untuk mendukung wisata tersebut juga sudah tersedia dan tersebar pada daerah perkampungan yang ada.

Ameland menawarkan kedamaian dan ketenangan. Liburan di sini sungguh berada jauh dari hingar bingar. Sangat jarang menemukan kendaraan bermotor bersliweran di jalan raya, meskipun tidak ada larangan bagi para turis untuk menggunakannya. Jumlah mobil dapat dihitung dengan jari bahkan pada saat-saat puncak. Sepeda menjadi alat transportasi favorit yang siap digunakan untuk menjelajah seantero pulau hanya dalam satu hari.

Berada di pantainya kita akan menikmati konser alam. Mendengarkan suara angin laut yang berhembus, dipadu jeritan burung-burung laut. Di kejauhan tampak sekawanan anjing-anjing laut bermain di daratan pantai Laut Utara. Lingkungan yang menyenangkan serta penduduknya yang ramah menambah kenyamanan berlibur.
—————————————————————————————–

Luxembourg Ville, kota di negeri dongeng


Artikel ini dimuat di harian Pikiran Rakyat, Bandung, Ahad, 11 Januari 2004

Sabtu pagi yang membekukan di musim dingin. Sambil menahan dingin, dengan berlari-lari kecill, karena kuatir berpapasan dengan mereka yang mabuk, kami menembus kegelapan pagi menuju pemberhentian trem. Jalanan masih begitu sepi. Di dekat kami berdiri menanti hanya ada dua orang lainnya. Sekitar dua menit kemudian trem datang, tepat pada waktunya. Kami segera naik, dengan tujuan stasiun  Mainz. Berbekal satu lembar wochenende tiket kami bermaksud mengejar kereta api paling pagi menuju ke Trier, untuk selanjutnya menyeberang ke ibu kota Luxembourg, Luxembourg City atau Luxembourg Ville.

Sekitar pukul 9 pagi, kereta tiba di stasiun kota. Langit-langit stasiun yang didekorasi lukisan mencuri perhatian kami begitu berjalan menuju pintu keluar. Jendela-jendela berkaca mosaik menampakkan pemandangan kota. Sebuah stasiun tua yang masih kokoh dan terawat dengan menara jam yang mendominasi pemandangan sekitar, cantik dalam arsitektur bergaya “Baroque Moselle“.

Cuaca dingin kembali menyergap. Gerimis halus menyambut di pelataran. Membentuk bintik-bintik air di mantel. Tak ada yang dapat menyurutkan langkah untuk terus berjalan. Arah utara dipilih. Dengan berjalan kaki, perjalanan berlanjut menuju ke pusat kota.  Menyusuri jembatan di atas sungai Petrusse.  Monumen solidaritas telah dilewati.  Kini telah berada di Boulevard F. D. Rossevelt. Dari kejauhan tampak menara katedral Our Lady, di distrik pemerintahan. Tak banyak orang dan kendaraan lalu lalang di jalanan yang basah di penghujung Desember. Hanya ada beberapa gelintir turis asing, tampaknya dari Eropa timur dan Jepang. Penduduk lebih memilih diam di rumah dalam masa liburan akhir tahun ini.

Daerah pusat kota merupakan bagian dari Kota Tua Luxembourg. Siapa saja yang mengitarinya akan menemukan bermacam patung-patung data, patung-patung (di lapangan Clairefontaine dan lapangan William), bangunan-bangunan tua bersejarah (istana Grand Ducal) dan batu-batu peringatan (bongkah Goethe). Diantara gedung-gedung tua terdapat jalan-jalan kecil yang terbuat  dari  susunan batu alam. Semuanya bersih, sepotong kertaspun tak nampak.

Dari pusat kota berjalan terus ke arah timur akan sampai  ke Chemin de la Corniche, yang dijuluki  “balkon terindah di Eropa”. Dinding Balkon Eropa ini memanjang di atas lembah Alzette, mulai dari Tinggian Bock hingga ke bagian bawah Holy Ghost Citadel, yang disebut Rondellen, dibangun oleh bangsa Spanyol dan Perancis pada abad ke 17. Hingga tahun 1870 Corniche pada bagian yang curam diberi bertangga yang lalu diratakan setelah pembongkaran benteng. Penghilangan dinding pelindung ini telah menguakkan kecantikan alam lembah sungai Alzette, dimana terhampar distrik perkotaan Grund, Clausen dan Pfaffenthal.

Warna kecoklatan dari pepohonan yang kehilangan daun tampak mendominasi, menampakkan keindahan bernuansa suram khas musim dingin. Menyusuri jalan-jalan kota, memandang panorama alam bagian  kota tua Luxembourg yang mempesonakan membuat seolah-olah berada di negeri dongeng. Terbayang kembali di pelupuk mata gambar-gambar ilustrasi dalam cerita anak-anak. Menara gereja yang runcing menjulang dengan patung ayam jantan di ujungnya. Bangunan sisa benteng peninggalan masa silam. Rumah-rumah cantik berwarna cerah, pada umumnya berdinding warna kuning atau oranye, membawa terbang ke negeri Grimm bersaudara.

——————————————————————————————-

Luxembourg  merupakan ibukota dari Grand Duchy of Luxembourg, sebuah negara kecil dengan luas 2.586 km persegi di barat laut  Eropa, dikelilingi oleh Belgia di barat dan utara, Jerman di bagian timur dan Perancis di selatan. Penduduk negara ini sebagian besar berlatar belakang Jerman atau Perancis, dengan bahasa nasionalnya Luxembourgisch (bahasa Jerman), selain itu bahasa Perancis dan Jerman juga dipakai sebagai bahasa resmi. Sejak 1 Januari 2002, mata uang Euro mulai diberlakukan menggantikan franc Luxembourg.

Luxembourg Ville merupakan kota tua medieval, dibangun pada tempat yang dramatis, pada Tinggian Bock yang menggantung di atas lembah sungai Petrusse dan Alzette. Pada tahun 963 Siegfried, Count of Ardenne, mendapatkan batu besar yang tinggi ini, cikal bakal kota Luxembourg, melalui barter dengan Biara Saint Maximin di Trier. Batuan dimana diatasnya Siegfried membangun puri ini, secara strategis memainkan peranan penting dalam hal pertahanan. Pada ketiga sisinya, selatan, timur dan timur laut Tinggian Bock dikitari oleh lembah sungai Petrusse dan Alzette yang bertindak sebagai pertahanan alam. Pada sisi barat yang dapat dimasuki musuh diberi berbenteng, seperti umumnya kota-kota lain di Eropa pada abad pertengahan.

Di sebelah dalam Tinggian Bock terdapat tambang arkeologi dan juga Casemates, yang dahulunya digunakan sebagai sarana pertahanan bawah tanah. Casemates adalah  suatu jaringan terowongan bawah tanah pertama yang dibangun tahun 1644, pada era dominasi Spanyol. Panjang terowongan mencapai 23 km dan mempunyai lebih dari 40.000 m2 ruang tahan bom yang selain mampu menampung ribuan serdadu dengan peralatan dan kuda mereka, juga terdapat bengkel untuk membuat artileri dan perlengkap perang lainnya, dapur, tempat membuat roti, dan tempat pemotongan hewan. Hasil karya yang mengesankan inilah yang membuat Luxembourg dijuluki “Gibraltar dari Utara”.

Luxembourg mendapatkan namanya dari kata “Lucilinburhuc” yang berarti “benteng kecil”, yang berdiri di sana pada masa itu dan berasal dari masa  Kekaisaran Romawi. Kota ini menjadi kota benteng selama hampir 1000 tahun, hingga tahun 1867, ketika Traktat  London yang ditandatangani oleh para superpower pada 11 Mei tahun yang sama menyetujui pembongkaran benteng. Yang masih bisa disaksikan saat ini hanya sekitar 10% saja, termasuk 17 km sisa terowongan Casemates, semuanya dalam keadaan terawat baik. Sisa-sisa benteng dan Kota Tua Luxembourg yang bersejarah pada tahun 1994 mendapatkan reputasi international sebagai “Warisan Dunia” oleh UNESCO

Dalam sejarahnya, negara ini mengalami berganti-ganti penguasa mulai dari Kekaisaran Romawi hingga abad ke 15, lalu Spanyol dan Austria bergantian mendominasi selama 4 abad berikutnya. Belanda, Belgia, dan Jerman juga pernah mendominasi wilayah ini.  Karena itu tidak mengherankan jika banyak ditemukan bangunan-bangunan tua yang bersejarah peninggalan para penguasa yang menjadi tempat-tempat menarik bagi para turis.

Kini selain sebagai kota medieval, Luxembourg juga telah menjadi kota Eropa. Di pusat Eropa yang unik ini beberapa lembaga-lembaga Eropa bermarkas di sana, misalnya: Mahkamah Eropa, Bank Investasi Eropa, Lembaga Auditor Eropa, Sekretaris Jenderal Parlemen Eropa, beberapa Direktorat Jenderal Komisi Eropa dll. Mulai awal tahun enampuluhan telah berkembang pemukiman Eropa yang berdiri di atas dataran tinggi Kirchberg, dihubungkan ke pusat kota oleh jembatan Grande Duchesse of  Charlotte. Luxembourg berkembang dari kota kecil menjadi persimpangan jalan benua Eropa. Itulah Luxembourg sekarang, kota seribu wajah,  perpaduan antara kota tua medieval dan kota metropolis Eropa.

——————————————————————————————-

Corniche (balkon Eropa), dengan lembah sungai Alzette yang indah di bawahnya, menciptakan Luxembourg sebagai kota bertingkat.Grande Duchesse of Charlotte (Jembatan Merah)– menghubungkan pusat kota dengan pusat Eropa di Kirchberg, melintasi Pfaffenthal, 74 meter di atas lembah Alzette.