Hadis-hadis tentang akhir zaman II


Dari buku yang di susun oleh Al-Fadhil Ustaz Abu Ali al-Banjari an-Nadwi (Ahmad Fahmi Zamzam); 40 hadis akhir zaman

21. Ahli ibadah yang jahil dan ulama yang fasik
Dari Anas r.a. Bersabda Rasulullah saww., ‘Akan ada di akhir zaman ahli ibadat yang jahil dan ulama yang fasik’. (HR. Ibnu Ady)

22: Orang yang berpegang dengan agamanya seperti memegang bara api
Dari Anas r.a. Rasulullah saww. bersabda, ’Akan datang kepada umat ku suatu zaman di mana orang yang berpegang kepada agamanya laksana menggenggam bara api.’
(HR. Tirmizi)

23. Golongan ruwaibidhah
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saww. bersabda. ‘Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang tandus (kemarau panjang). Dan pada waktu itu orang yang berdusta dikatakan benar dan orang yang benar dikatakan berdusta. Orang khianat akan disuruh memegang amanah dan orang yang amanah dikatakan pengkhianat. Dan yang berpeluang bercakap hanyalah golongan Ruwaibidhah’. Sahabat bertanya, ‘Apakah Ruwaibidhah itu hai Rasulullah?’ Nabi saww. menjawab, ‘Orang yang kerdil dan sebenarnya hina dan tidak mengerti urusan orang banyak.’ (HR. Ibnu Majah)

24. Peperangan demi peperangan
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saww. bersabda, ‘Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga melimpah ruah harta benda dan timbul fitnah (ujian kepada keimanan) dan banyak berlaku ‘al-Harj’’. Sahabat bertanya, ‘Apakah al-Hajr itu hai Rasulallah?’ Nabi saww. menjawab, ‘Peperangan demi peperangan demi peperangan’. (HR. Ibnu Majah)

25. Waktu akan menjadi singkat
Dari Anas bin Malik r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Tidak akan terjadi kiamat sehingga waktu menjadi singkat maka setahun dirasakan seperti sebulan dan sebulan dirasakan seperti seminggu dan seminggu dirasakan seperti sehari dan sehari dirasakan seperti satu jam dan satu jam dirasakan seperti satu petikan ap’. (HR. Tirmizi)

26. Munculnya galian-galian (tambang) di bumi
Dari Ibnu Omar r.a. berkata: ‘Pada suatu masa dibawa ke hadapan Rasulullah saw. sepotong emas. Dan emas itu adalah emas zakat yang pertama sekali dikutip. Emas itu telah dibawa oleh Bani Sulaim dari tempat tambang (galian) mereka. Maka sahabat berkata: “Hai Rasulullah! Emas ini adalah hasil dari galian kita’. Lalu Nabi saw. menjawab, ‘Nanti kamu akan dapati banyak galian-galian (tambang), dan yang akan menguruskannya adalah orang-orang yang jahat.’ (HR. Baihaqi)

27. Tanah Arab yang tandus menjadi lembah yang subur
Dari Abu Hurairah r.a. Bersabda Rasulullah saww, ‘Tak akan terjadi kiamat hingga Tanah Arab (yang tandus itu) menjadi lembah yang subur dan dialiri sungai-sungai’. (HR. Muslim). (ket: sekarang tanah Arab yang tandus mulai menghijau oleh pepohonan yang setiap hari disiram, disediakan satu keran air untuk satu pohon)

28. Ujian dahsyat terhadap iman
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat terhadap iman) seumpama malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman di waktu pagi, kemudian pada waktu petang dia sudah menjadi kafir, atau (Syak Perawi Hadis) seseorang yang masih beriman di waktu petang, kemudian pada esok harinya, dia sudah menjadi kafir. Ia telah menjual agamanya dengan sedikit dari harta benda dunia.’ (HR. Muslim)

29. Kelebihan ibadat di saat huru hara
Dari Ma’qil bin Yasar ra. Rasulullah bersabda, ‘Beribadat di saat-saat huru hara (dunia kacau bilau) adalah seperti berhijrah kepadaku.’ (HR. Muslim)

30. Peperangan di kawasan sungai Furat (Euphrates-Irak) karena merebut kekayaan
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Tidak terjadi hari kiamat sehingga Sungai Furat (Sungai Euphrates yaitu sebuah sungai yang ada di lrak) menjadi surut airnya sehingga nampak sebuah gunung emas. Ramai orang yang berperang untuk merebutkannya. Maka terbunuh sembilan puluh sembilan dari seratus orang yang berperang. Dan masing-masing yang terlibat berkata, ‘Mudah-mudahan akulah yang selamat itu.’ Di dalam riwayat lain disebutkan, ‘Sudah dekat suatu masa dimana sungai Furat akan menjadi surut airnya lalu nampak perbendaharaan emas, maka barangsiapa yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatupun daripada harta itu.’ (HR. Bukhari & Muslim)

31. Ketiadaan imam untuk shalat berjamaah
Dari Salamah binti al-Hurr r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Akan datang suatu zaman, orang ramai berdiri tegak beberapa masa. Mereka tidak segera mulai shalat berjamaah karena tidak mendapatkan orang yang dapat menjadi imam.’ (HR. Ibnu Majah)

32. Ulama tidak dipedulikan
Dari Sahl bin Saad as-Saaidi r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Ya Allah! Jangan kau temukan aku dan mudah-mudahan kamu (sahabat) tidak bertemu dengan suatu masa di mana para ulama sudah tidak diikuti lagi, dan orang yang penyantun sudah tidak disegani lagi. Hati mereka seperti hati orang Ajam (pada fasiknya), lidah mereka seperti lidah orang Arab (pada fasihnya).’ (HR. Ahmad)

33. Islam tinggal nama saja
Dari Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Sudah hampir sampai suatu masa di mana tidak tinggal lagi daripada Islam ini kecuali hanya namanya, dan tidak tinggal daripada Al-Quran itu kecuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka terbangun indah, tetapi ia kosong daripada hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong (naungan) langit. Dari mereka berawal fitnah, dan kepada mereka fitnah ini akan kembali.’ (HR. Baihaqi)

34. Al-Qur’an akan hilang dan ilmu akan diangkat
Dari Huzaifah bin al-Yaman r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Islam akan luntur (lusuh) seperti lusuhnya corak (warna-warni) pakaian (bila ia telah lama dipakai), sehingga (sampai suatu masa nanti) orang sudah tidak mengerti apa yang dimaksudkan dengan puasa, dan apa yang dimaksudkan dengan shalat dan apa yang dimaksudkan dengan nusuk (ibadat) dan apa yang dimaksudkan dengan sedekah. Dan al-Quran akan dihilangkan kesemuanya pada satu malam sahaja, maka (pada esok harinya) tidak tinggal dipermukaan bumi daripadanya walau pun hanya satu ayat. Maka yang tinggal hanya beberapa kelompok daripada manusia, diantaranya orang-orang tua, laki-laki dan perempuan. Mereka hanya mampu berkata, ‘Kami sempat menemui nenek moyang kami memperkatakan kalimat “La ilaha illallah”, lalu kami pun mengatakannya juga’. Maka berkata Shilah (perawi hadis dari Huzaifah), ‘Apa yang dapat dilakukan oleh La ilaha illallah (apa gunanya La ilaha illallah) terhadap mereka, sedangkan mereka sudah tidak memahami apa yang dimaksudkan dengan shalat, puasa, nusuk, dan sedekah?’ Maka Huzaifah memalingkan muka darinya (Shilah yang bertanya). Kemudian Shilah mengulangi pertanyaan itu tiga kali. Maka Huzaifah memalingkan mukanya pada setiap kali pertanyaan Shilah itu. Kemudian Shilah bertanya lagi sehingga akhirnya Huzaifah menjawab, ‘Kalimat itu dapat menyelamatkan mereka daripada api neraka’ (Huzaifah mengatakan jawapan itu tiga kali). (HR. Ibnu Majah)

35. Lima belas maksiat yang akan menurunkan bencana
Dari Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Apabila umat ku telah membuat lima belas perkara, maka bala pasti akan turun kepada mereka yaitu:
i. Apabila harta negara hanya beredar pada orang-orang tertentu.
ii. Apabila amanah dijadikan suatu sumber keuntungan.
iii. Zakat dijadikan hutang.
iv. Suami memperturutkan kehendak isteri.
v. Anak durhaka terhadap ibunya,
vi. sedangkan ia berbaik-baik dengan kawannya.
vii. Ia suka menjauhkan diri daripada ayahnya.
viii. Suara sudah ditinggikan di dalam masjid.
ix. Yang menjadi ketua satu kaum adalah orang yang terhina di antara mereka.
x. Seseorang dimuliakan karena ditakuti kejahatannya.
xi. Khamar (arak) sudah diminum di merata tempat.
xii. Kain sutera banyak dipakai (oleh kaum lelaki).
xiii. Para artis-artis disanjung-sanjung.
xiv. Musik banyak dimainkan.
xv. Generasi akhir umat ini melaknat (menyalahkan) generasi pertama (sahabat).
Maka pada ketika itu hendaklah mereka menanti angin merah atau gempa bumi atau pun mereka akan dirobah menjadi makhluk lain.’ (HR. Tirmizi)

36. Lima maksiat yang disegerakan balasannya
Dari Ibnu Omar r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Wahai kaum Muhajirin, lima perkara kalau kamu telah mengerjakannya, maka tiada kebaikan lagi bagi kamu. Dan aku berlindung dengan Allah swt., semoga kamu tidak menemui masa itu. Perkara-perkara itu ialah:
i. Tiada terlihat (nampak) perzinaan pada suatu kaum sehingga mereka berani berterus terang melakukannya, kecuali mereka akan ditimpa penyakit Tha’un yang cepat merebak di kalangan mereka dan mereka akan ditimpa penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa umat-umat yang telah lalu.
ii. Dan tiada mereka mengurangkan jumlah dan timbangan, kecuali mereka akan diberi bencana dengan kemarau dan susah mencari rezeki dan kezaliman di kalangan pepimpin mereka.
iii. Dan jika mereka menahan zakat harta benda akan ditahan untuk mereka air hujan dari langit. Jikalau tak ada binatang (yang juga hidup diatas permukaan bumi ini) tentunya mereka tidak akan diberi hujan oleh Allah swt.
iv. Dan jika mereka mungkir akan janji Allah dan Rasulnya maka Allah akan menguasakan ke atas mereka musuh mereka, maka musuh itu merampas sebahagian daripada apa yang ada di tangan mereka.
v. Dan bila para pemimpin mereka tidak melaksanakan hukum Allah yang terkandung dalam al-Quran dan tidak mau menjadikannya sebagai pilihan, maka (di saat ini) Allah akan menjadikan peperangan di kalangan mereka sendiri,’ (HR. Ibnu Majah)

37. Kapan akan terjadi kehancuran?
Dari Abu Hurairah r.a. Pada suatu masa ketika Nabi saww. sedang berada dalam suatu majlis dan sedang bercakap-cakap dengan orang yang hadir, tiba-tiba datang seorang A’rabi (Arab Badwi) dan terus bertanya kepada Rasulullah saw, ‘Bilakah akan terjadi hari kiamat?’. Maka Nabi saww. pun meneruskan percakapannya. Maka sebahagian yang hadir berkata, ‘Beliau (Nabi) mendengar apa yang ditanyakan, tetapi pertanyaan itu tidak disukainya’. Sementara yang lain pula berkata, ‘Bahkan beliau tidak mendengar pertanyaan itu.’ Sehingga apabila Nabi saww. selesai dari percakapannya beliau bersabda, ‘Di mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?’ Lalu Arab Badwi itu menyahut, ‘Ya! Saya hai Rasulullah.’ Maka Nabi saww. bersabda, ‘Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah hari kiamat.’ Arab Badwi ini bertanya pula, ‘Apa yang dimaksudkan dengan mensia-siakan amanah itu?’ Nabi saww. menjawab, ‘Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kedatangan hari kiamat.’ (HR. Bukhari)

38. Bermegah-megah dengan mesjid
Dari Anas bin Malik r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Tidak terjadi hari kiamat sehingga umat ku bermegah-megah (dengan bangunan) masjid.’ (HR. Abu Daud)

39. Menggadaikan agama karena dunia
Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saww. bersabda, ‘Akan timbul di akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka menunjukkan kepada orang lain pakaian yang dibuat daripada kulit kambing (berpura-pura zuhud dari dunia) untuk mendapat simpati orang ramai, dan percakapan mereka lebih manis daripada gula. Padahal hati mereka adalah hati serigala (mempunyai tujuan-tujuan yang jahat). Allah swt. berfirman kepada mereka, ‘Apakah kamu tertipu dengan kelembutanKu?, Ataukah kamu terlampau berani berbohong kepadaKu?. Demi kebesaranKu, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim (cendikiawan) pun akan menjadi bingung (dengan sebab fitnah itu).’(HR. Tirmizi)

40. Golongan yang selamat
Dari ‘Auf bin Malik r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Umat Yahudi terpecah-belah menjadi 71 golongan, maka hanya satu golongan saja yang masuk surga dan yang 70 lagi akan masuk neraka. Umat Nasrani telah berpecah-belah menjadi 72 golongan, maka 71 golongan masuk neraka dan hanya satu golongan saja yang masuk surga. Demi Tuhan yang diriku didalam kekuasaannya, umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, hanya satu golongan sahaja yang masuk surga dan 72 lagi akan masuk neraka. Sahabat bertanya, mana yang selamat?’ Nabi saww. menjawab, ‘Mereka adalah jamaah’. (HR. Ibnu Majah)

41. Munculnya Imam Mahdi
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Dunia tidak akan hilang (kiamat) sehingga bangsa Arab akan dikuasai oleh seorang lelaki dari keluargaku (ahlul baitku-keturunanku) yang namanya sama dengan namaku.’(HR. Tirmizi) (ket: Imam Mahdi namanya sama dengan nabi Muhammad, Muhammad al-Mahdi)

42. Sepuluh tanda-tanda kiamat yang besar
Dari Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. Datang kepada kami Rasulullah saww. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: ‘Apa yang kamu perbincangkan?’ Kami menjawab, ‘Kami sedang berbincang tentang hari kiamat.’ Lalu Nabi saww. bersabda, ‘Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya.’ Kemudian beliau menyebutkannya, ‘Asap, Dajjal, binatang melata, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam a.s., Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab, yang paling akhir adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia menuju Padang Mahsyar mereka.’ (HR. Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s