Kuyang, makhluk jadi-jadian peminum darah


Sosok kuyang

Bagi warga Kalimantan, nama hantu kuyang tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Sosok kuyang sangat terkenal di kawasan Borneo ini. Wujud penampakan kuyang sangat menyeramkan. Hanya berupa kepala yang terbang melayang dengan organ tubuh yang terurai. Mungkin gambaran tersebut mirip dengan sosok leak di Bali.

 

Sebenarnya kuyang bukanlah hantu, tapi seseorang yang sedang menekuni ilmu hitam, sehingga dapat mengubah wujudnya menjadi kuyang. Kuyang adalah seorang wanita yang mendalami ilmu hitam agar awet muda dan disayang suami. Agar ilmunya makin matang, ia memangsa darah dan bayi yang akan dilahirkan. Dia mencari mangsa di malam hari dengan cara terbang. Ada pula kisah yang menceritakan jika kuyang hanya mengisap ari-ari janin dan darah pada wanita.

 

Di siang hari kuyang berwujud seperti manusia biasa.Tapi dia mencari mangsa ibu hamil dengan cara pura-pura kenal dan mengelus perut ibu tadi. Jika berhasil memegang perut maka bayi di dalam kandungan akan hilang.

 

Konon, pada wanita yang tengah hamil dan berada di Kalimantan, ia harus tidur dengan menggunakan kelambu agar tidak didatangi kuyang. Sementara itu para gadis, harus membuang pembalut sewaktu datang bulan dengan baik dan benar agar tidak diganggu kuyang.

 

Wanita yang menjadi kuyang di malam hari biasanya memiliki ciri-ciri memiliki goresan di sekeliling leher (seperti tattoo) dan menutupinya dengan memakai selendang. Berdasarkan kepercayaan, kuyang takut pada perabot rumah tangga seperti panci atau wajan. Jika melihat kuyang lalu dipukulkan benda tersebut, kuyang akan segera pergi menjauh.

 

“Dan bahkan di kampung aku, kuyang bukan hanya takut perabot rumah… tetapi juga takut buah labu…, aku malah udah beberapa kali melihat kuyang…” begitu bunyi sebuah komentar di bawah artikel ini di http://www.merdeka.com/gaya/kuyang-makhluk-jadi-jadian-pemangsa-janin.html.

 

Ilmu yang diwariskan

Kuyang adalah ilmu hitam yang selain dapat dipelajari juga harus diwariskan. Si pemilik ilmu ini jika akan meninggal maka dia harus menurunkan ilmunya kepada keturunan yang dipilihnya. Dan siapapun yang terpilih untuk mewarisi ilmu tersebut maka dia tidak dapat menolak, seperti yang dituturkan pada kisah di bawah ini. (disarikan dari http://www.majalah-misteri.net/mariana-tundang-aku-pewaris-ilmu-kuyang-oleh-ki-dadap-tulis/)

 

Biasanya, orang yang mendapat warisan tentu sangat bahagia. Namun, siapa yang dapat bahagia bila mendapat warisan ilmu hitam yang sangat mengerikan. Ya, ilmu hitam yang ditakuti oleh hampir semua orang di pedalaman Kalimantan Tengah, bahkan mungkin di seluruh jagat ini. Apalagi, sang pewaris, tak pernah berharap mengenal, apalagi menguasai ilmu yang sangat jahat itu. Gadis muda nan cantik itu adalah seorang bidan yang bekerja di Rumah Sakit Pemerintah di Banjarmasin dan tinggal di rumah kost. Inilah ceritanya,

 

‘Aku bukan tipe gadis yang suka hura-hura. Aku bukan pengunjung diskotik, gedung bioskop atau mal-mal. Waktuku kuhabiskan di kamar kost untuk membaca. Di kamarku banyak bacaan. Ada novel-novel, majalah, tabloid, dan yang paling sering kubaca adalah kitab suci. Karena dengan membaca kitab suci akan timbul motivasi dalam diriku untuk mengabdikan diri kepada sesama, dan dia juga adalah sumber kekuatanku, sumber pengharapanku yang sebenarnya.

 

Sampai pada suatu hari, datang malapetaka yang membuatku tiba-tiba harus terhempas ke dalam jurang kenistaan. Jangan salah paham. Kenistaan yang menimpaku bukan karena kehilangan kegadisan, bukan ternoda karena perbuatan tercela lain. Yang menimpaku jauh lebih mengerikan. Tidak akan terbayang oleh siapapun yan tidak memahami kondisi pedalaman Kalimantan Tengah, tempat kelahiranku.

 

Hari itu sebenarnya tidaklah begitu panas. Apalagi saat itu hujan baru saja mengguyur kota Banjarmasin. Sangat lebat, dan turun sejak sore tadi. Saat itu hujan belum reda. Tidak begitu lebat, tetapi membuat orang enggan untuk keluar rumah.

 

Tetapi mengapa cuaca yang sejuk itu membuat aku tiba-tiba sangat kehausan. Ya, aku merasa ada rasa haus yang sangat aneh mendera diriku. Telah kuminum beberapa gelas air putih dari dispenser, tetapi rasa hausku tidak juga hilang. Sepertinya, dahagaku bukan karena ingin menenggak air. Ya, Aku ingin minum sesuatu tetapi bukan air. Entah apa?

 

Aku coba mengendalikan diri. Jarum jam telah menunjukkan pukul 14.00. Kebetulan hari ini aku sedang tidak giliran jaga. Besok aku baru masuk pada jam delapan pagi. Entah apa yang mendorongku, aku meninggalkan kamar, dan berjalan menuju ke bangsal rumah sakit. Kutelusuri lorong-lorong yang panjang itu menuju ke suatu tempat yang aku sendiri tidak tahu di mana. Aku berjalan tak ubahnya seperti robot, sebab memang kekuatan laten itu yang mendorongku terus melangkah. Sapaan beberapa orang teman yang berpapasan denganku tidak kujawab. Mereka heran sebab, aku dikenal sebagai gadis yang ramah, mudah bergaul dan tentu saja banyak teman.

 

Aneh, tiba-tiba saja aku berhenti di depan sebuah kamar yang khusus disediakan untuk mereka yang melahirkan. Aku mencium bau yang sangat harum. Bau khas yang belum pernah kurasakan. Bersamaan dengan itu, rasa hausku semakin menjadi-jadi. Ingin rasanya aku segera mereguk minuman yang menebarkan bau harum tadi.

 

Kubuka pintu kamar itu. Kulihat ada seorang wanita yang tengah berjuang keras melaksanakan tugasnya sebagai ibu. Dia ditolong oleh seorang dokter dan dua orang bidan. Entah Iblis apa yang merasukiku. Kudorong dokter itu kesamping, dan kuraih kedua kaki wanita itu. Aku mencium bau yang begitu harum dari sela-sela kedua paha wanita itu. Rasa hausku semakin kuat. Aku hendak mereguk cairan merah bercampur lendir atau air ketuban yang mengalir.

 

Dengan sigap kedua bidan yang ada di kanan dan kiri pasien menubrukku. Sekuat tenaga mereka menyeretku keluar. Namun kekuatan kedua orang itu tidak mampu menyamai kekuatanku. Mereka kubuat terpental. Lalu, muncul tiga orang perawat laki-laki yang membantu kedua bidan untuk menyeretku.Tetapi tetap saja mereka tidak mampu menandingi kekuatanku.

Melihat keadaan itu, salah seorang bidan lalu melepaskanku. Dengan tergesa-gesa dia mencopot kalung yang tergantung di lehernya. Kalung perak dengan leontin salib itu dikalungkannya ke leherku. Begitu kalung itu tergantung di leherku, aku langsung pingsan.

 

Ketika aku sadar, aku telah berada di tempat tidurku. Beberapa orang kerabat ada di sekelilingku. Tidak ketinggalan uwakku yang tinggal di jalan Veteran, di belakang Rumah Sakit Ulin.

“Untung kau segera mengalungkan kalung itu di lehernya,” kata uwakku kepada bidan yang pada saat kejadian mengalungkan kalung tersebut.

“Entah dari mana aku bisa ingat untuk memakaikan kalungku,” jawab bidan tersebut, sepupuku yang juga seorang bidan di rumah sakit yang sama.

“Untung pula tanda di lehernya belum muncul!” kata pamanku.

“Mengapa kalian semua ada di sini?” tanyaku heran.

“Kau sedang sakit,” jawab seseorang.

“Sakit? Sakit apa? Rasanya aku sehat-sehat saja!” jawabku setengah tidak percaya.

Uwak kemudian menceritakan kepadaku, bahwa aku mewarisi ilmu almarhumah ibuku. Kuyang! Aku bergidik mendengarnya. Sulit dibayangkan kalau aku bisa menjadi kuyang, makhluk pemakan darah.

“Tetapi baru tahap awal,” kata uwakku.

 

Ya, ini karena tanda di leherku belum muncul. Orang yang telah matang menjadi kuyang di lehernya ada tanda lingkar hitam seperti kalung dari tatoo. Yang telah matang ilmunya, kepala orang itu dapat lepas dari tubuhnya berikut isi perutnya. Kepala yang lepas itu terbang mencari mangsa, yaitu perempuan yang baru saja melahirkan untuk diisap darahnya. Biasanya hal itu terjadi di malam hari ketika bulan purnama.

 

Aku sendiri sangat heran. Ibuku tidak pernah menurunkan ilmu itu kepadaku. Itulah sebabnya aku tidak menyadari kalau ilmu mengerikan itu mengeram di dalam diriku. Tahap awal dari ilmu itu adalah perasaan haus yang luar biasa. Sebenarnya rasa haus biasa berbeda dengan rasa haus ingin minum darah. Tetapi aku belum dapat membedakan. Maka ketika rasa haus muncul aku minum air putih berkali-kali. Dan tetap saja rasa haus itu tidak hilang.

 

“Apakah aku bisa terbebas dari ilmu terkutuk ini, wak?” tanyaku kepada uwakku.

“Bisa! Kemauan yang kuat dan usaha yang bersungguh-sungguh akan dapat membebaskanmu dari warisan yang tidak kauinginkan itu,” jawab uwakku.

 

Beberapa hari kemudian uwakku memberiku kalung yang bahannya dari besi putih. Demikian juga liontin yang berbentuk salib terbuat dari besi putih.

“Jangan kaulepaskan kalung ini dalam keadaan bagaimanapun juga. Selain itu, rajin-rajinlah berdoa. Jangan lupa memohon kepada Tuhan agar kau dilepaskan dari ikatan jahat itu,” nasehat uwak.

 

Setelah peristiwa itu aku terpaksa berhenti bekerja dari RSU. Ulin. Untunglah, pacarku bisa mengerti keadaanku. Walaupun dia orang Jawa tetapi memahami betul apa yang sedang terjadi atas diriku. Demikian juga para dokter, perawat, bidan serta pegawai lainnya.

Kini aku hidup bahagia bersama suamiku dan tinggal di Jawa. Kenangan buruk itu telah sirna. Dan ilmu warisan itu tidak menguasaiku lagi. Sekarang aku bekerja sebagai bidan lagi di sebuah rumah sakit swasta. Untunglah tidak ada yang tahu masa laluku.’

 

Catatan: Penggunaan besi sebagai penangkal hal-hal gaib telah banyak diketahui/dipercayai. Misal: agar tidak diganggu kuntilanak, wanita yang sedang hamil disarankan membawa gunting. (Secara ilmiah bagaimana penjelasannya?)

 

Advertisements

Hadis-hadis tentang akhir zaman III


1. Umat Rasulullah SAW menjadi 73 golongan
Dari Abu Hurairah r.a.. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saww. telah bersabda, ‘ Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan.”

2. Datangnya zaman tak berhati nurani
Dari Hudzdaifah r.a. Ia berkata bahawasanya Rasulullah saww. bersabda, ‘Kelak akan kalian temukan suatu zaman, dimana pada zaman tersebut tiada sesuatu-pun yang lebih sulit dari pada tiga perkara, yaitu uang dirham yang halal, atau saudara yang setia, atau sunnah yang diamalkan.” ( HR. Thabrani).

3. Datangnya zaman tak berhati nurani
Dari Abu Hurairah r.a. Nabi Muhammad saww. bersabda, ‘Akan datang kepada manusia suatu zaman, di zaman tersebut seseorang tidak memperdulikan lagi harta yang di perolehnya, apakah dari hasil yang halal ataukah dari hasil yang haram.” (HR. Bukhari).

4. Mandat di tangan orang yang bukan ahlinya, dan banyaknya orang yang menyia-nyiakan amanat
Dari Abu Hurairah r.a. Ia berkata, ‘Ketika Rasulullah saww. sedang menyampaikan ceramahnya di hadapan suatu kaum pada salah satu majelis, datanglah seseorang dari perkampungan arab. Orang itu berkata, ‘Kapankah kiamat itu?’ Rasullullah saaw. terus bersabda, lalu sebagian kaum berkata, ‘Beliau mendengar apa yang dikatakan olehnya, namun beliau benci terhadap apa yang dikatakan itu.’ Dan sebagian dari mereka berkata, ‘Namun beliau tidak mendengarnya.’ Setelah beliau selesai berbicara, maka beliau bersabda, ‘Di manakah gerangan yang orang yang bertanya tentang kiamat ?’ Seseorang menyahut, ‘Saya, ya Rasulullah.’ Beliau bersabda, ’Apabila amanat itu di sia-siakan, maka nantikanlah kiamat.’ Si penanya bertanya kembali, ‘Bagaimana menyia-nyiakan amanat itu?’ Beliau bersabda, ‘Apabila perkara (urusan) diserahkan kepada selain ahlinya, maka nantikanlah kiamat.’ (HR. Bukhari)

5. Tampaknya kehancuran (hari kiamat)
Dari Anas bin Malik r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saww bersabda,’ Sesungguhnya, sebagian dari tanda-tanda kiamat adalah terangakatnya (hilangnya) ilmu, tetapnya kebodohan, diminumnya khamar, tampaknya perzinaan, banyaknya wanita, dan sedikitnya laki-laki sampai lima puluh wanita berbanding satu laki-laki.” (HR. Bukhari).

6. Tanda-tanda kehancuran suatu agama
Dari Ibnu Abbas r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saww. bersabda,’Bencana agama ada tiga. Yaitu ahli fiqh yang durhaka, imam yang zhalim, dan mujtahid yang bodoh (tidak mengerti masalah agama).” (HR. Dailami).

7. Zaman yang penuh fitnah
“Kelak akan terjadi banyak fitnah. Pada zaman tersebut, banyak yang duduk lebih baik dari pada orang yang berdiri, dan orang yang berdiri lebih baik dari pada orang yang berjalan, serta orang yang berjalan lebih baik dari pada orang yang berlari.” (HR. Bukhari dan Muslim).

8. Datangnya masa yang penuh dengan penguasa zalim
Dari Abi Salalah r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saww. bersabda, ‘Kelak akan ada para imam yang menguasai rezeki kalian. Mereka bebicara kepada kalian tetapi berdusta, Mereka bekerja tetapi mencaci maki pekerjaan itu. Mereka selalu merasa tidak puas sebelum kalian menganggap baik perbuatan buruk mereka dan membenarkan kedustaan mereka. Maka, berikanlah kepada mereka perkara yang haq selagi mereka rela dengan perkara yang haq itu. Siapa saja yang terbunuh demi mempertahankan perkara yang haq, maka ia mati syahid.” (HR. Thabrani).

9. Munculnya kekacauan dan maraknya pembunuhan
Dari Abu Hurairah r.a. Ia berkata bahwa Rasulullah saww. bersabda,‘Kiamat itu tidak terjadi sampai ilmu dicabut, banyak hura-hura, waktu terasa berdekatan (terasa pendek), munculnya fitnah-fitnah, banyaknya kekacauan yaitu pembunuhan, sehingga banyaknya harta benda padamu, maka harta benda tersebut menjadi berlimpah ruah.’ (HR. Bukhari ).

10. Persaingan ekonomi (bisnis) yang dahsyat
‘Sesungguhnya, diantara (tanda-tanda) menjelang (datangnya) kiamat adalah ucapan salam hormat kepada orang tertentu, gila bisnis, memutuskan hubungan kekeluargaan, persaksian palsu, penyembunyian persaksian yang hak, dan terangkatnya pena (tulisan).’

11. Penghormatan hanya untuk orang dikenal
‘Sesungguhnya, diantara tanda-tanda kiamat adalah apabila salam penghormatan itu hanya (diucapkan) kepada sahabat atau orang yang dikenalnya.’ Dalam riwayat yang lain, ‘Ucapan salam seorang lelaki kepada lelaki (lain) tidak dijawab salamnya, kecuali kepada orang yang sudah dikenal atau sahabat.’

12. Banyaknya orang-orang yang benci Islam, kemudian mendapatkan hidayah-Nya
‘Kalian akan menjumpai manusia bagaikan benda-benda logam, yaitu orang-orang yang terpilih di zaman jahiliah, terpilih juga di zaman Islam (apabila mereka masuk Islam). Dan, kalian akan menjumpai sebaik-baik manusia, yaitu orang yang paling benci terhadap Islam (sebelum mereka masuk Islam), setelah masuk islam. Dan, kalian akan menjumpai seburuk-buruk manusia kelak di hari kiamat di sisi Allah, yaitu orang-orang bermuka dua, dan kepada golongan yang lainnya dengan muka yang lain.’ (HR. Bukhari dan Muslim).

13. Kaum muslim meremehkan masjid
‘Sesungguhnya, termasuk tanda-tanda kiamat ketika seorang lelaki melewati (masuk) masjid, namun tidak melaksanakan shalat dua rakaat didalamnya.’ (HR. Ibnu Khuzaimah).

14. Agama tak lebih bernilai dibandingkan harta
Dari Ibnu Umar r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saww. bersabda, ‘Sepeninggalku, umatku benar-benar akan diselimuti oleh banyak fitnah yang seakan-akan (seperti) gelapnya malam (dari saking banyaknya). Di zaman itu, seseorang dalam keadaan mukmin di pagi hari, kemudian di sore harinya menjadi kafir. Banyak kaum yang menjual agamanya dengan harta duniawi yang sedikit.’ (HR. Hakim).

15. Perang yang tak terhindarkan
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash r.a. Ia berkata bahwasanya Nabi saww. bersabda, ‘Aku meminta tiga perkara kepada Tuhan, tapi dia memberiku hanya dua perkara dan yang satu perkara lagi tidak dikabulkan. Aku meminta kepada Tuhanku hendaknya Dia tidak membinasakan umatku dengan paceklik, maka dia memenuhi permintaanku itu. Aku meminta kepada-Nya untuk tidak membinasakan umatku dengan tenggelam (banjir), maka dia memenuhi permintaanku. Aku meminta kepada-Nya hendaknya dia tidak menjadikan peperangan diantara sesama mereka, namun dia menolak permintaanku itu.’ (HR. Bukhari dan Muslim).

16. Orang menjadi terlena ketika dekat dengan penguasa dan memiliki banyak harta (lupa diri)
Dari Ubaid bin Umair r.a. Ia berkata bahwasanya Nabi saww. bersabda, ‘Tidaklah seseorang semakin dekat kepada penguasa melainkan ia semakin jauh dari Allah swt., dan tidak sekali-kali ia makin bertambah pengikutnya melainkan semakin bertambah pula setannya, serta tidak sekali-kali ia semakin bertambah hartanya melainkan bertambah ketat pula perhitungan (hisab) nya.’ (HR. Ahmad).

17. Munculnya manusia yang menyerupai dajjal
‘Sesungguhnya, Dajjal akan keluar dan ia membawa air dan api. Adapun yang dilihat manusia sebagai air, sebenarnya adalah api yang dapat membakar. Sedangkan yang dilihat manusia sebagai api, sebenarnya adalah air tawar yang sejuk. Karena itu, barang siapa diantara kalian sempat bertemu dengannya, maka hendaklah ia memilih yang terlihat sebagai api, sebab sesungguhnya itu adalah air sejuk yang tawar lagi baik.’ (HR. Bukhari).

18. Munculnya orang mukmin yang tidak lebih mulia dari hewan
Dari Anas r.a. Ia berkata bahwa Rasulullah saww. bersabda, ‘Kelak akan datang suatu zaman atas manusia, disaat itu ada orang mukmin lebih hina dari pada kambingnya.’ (HR. Ibnu Asakir).

19. Pernyataan Rasulullah saww. mengenai umatnya
‘Sebaik-baiknya manusia adalah generasiku (para sahabat radhiyallahu’anhu), kemudian orang-orang sesudah mereka (para tabiin), lalu orang-orang sesudah mereka lagi (tabiit tabiin). Setelah itu, datanglah kaum-kaum yang kesaksian seseorang diantara mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.’ (HR. Syaikhan).

20. Tiada waktu tanpa dosa
‘Kelak di akhir zaman akan terdapat pasukan-pasukan, mereka di waktu pagi-pagi hari benar telah berada dalam kemurkaan Allah dan di sore hari dalam kemurkaan Allah pula. Karena itu, hati-hatilah, janganlah engkau menjadi teman dekat mereka.” (HR. Thabrani).

21. Kedatangan ulama buruk
Dari Anas r.a. Bahwasanya Rasulullah saww bersabda, ‘Celakalah umatku disebabkan ulama yang buruk.’ (HR. Al-Hakim).

22. Lenyapnya pengetahuan agama dan pengamalannya
‘Celakalah orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang agama, dan celaka pulalah orang yang mengetahui tetapi tidak mengamalkannya.’ (HR. Abu Nu’aim).

23. Kelebihan dapat menentramkan hidup seseorang
Dari Imran r.a. Ia berkata bahwasanya Nabi saww. bersabda, ‘Setiap manusia dimudahkan menurut bakatnya masing-masing.’ (HR. Bukhari dan Muslim).

24. Suatu masa yang dipenuhi oleh orang-orang yang sibuk dengan urusan orang lain
Dari Abu Hurairah r.a. Nabi saww. bersabda, ‘Seseorang di antara kalian melihat kotoran yang terdapat pada mata saudaranya, tetapi ia lupa akan kotoran yang terdapat pada matanya sendiri.” (HR. Abu Nu’aim).

25. Perbuatan suatu kaum yang tidak sesuai dengan perkataanya
Dari Abu Said al-Khudry dan Anas bin Malik r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Akan terjadi di tengah umatku perselisihan dan perpecahan; yaitu kaum yang mereka itu indah dalam berbicara dan buruk dalam beramal. Mereka membaca al-Qur’an, tidak melewati kerongkongannya, mereka keluar dari Islam seperti keluarnya panah dari busurnya, tidak lagi kembali ke tempat semula. Mereka adalah sejahat-jahat makhluk. Berbahagialah siapa yang memerangi mereka atau yang diperangi. Kaum tersebut menyeru pada kitab Allah swt., padahal mereka sama sekali bukan bagian darinya. Barang siapa yang memerangi mereka, maka Allah swt. berhak menolongnya memerangi (kaum tersebut). Para sahabat bertanya, ‘Saww, apa tanda-tanda mereka?’ Rasulullah saww. menjawab, ‘Kepalanya botak.’ (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

26. Datangnya suatu kaum yang mengada-ngada dalam urusan agama (bid’ah)
Dari Abu Hurairah r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saww. bersabda: ‘Akan muncul di akhir umat ini, manusia-manusia yang menyampaikan pada kalian sesuatu yang kalian serta bapak-bapak kalian belum pernah mendengarnya (sesuatu yang baru dalam perkara Islam). karena itu, berhati-hati dan hindarilah mereka.’ (HR. Bukhari dan Muslim).

27. Munculnya manusia yang lebih cinta dunia dan panjang angan-angan
Dari Abu Hurairah r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saww. bersabda, ‘Hati orang tua senantiasa muda dalam dua perkara: cinta dunia dan panjang angan-angan.’ (HR. Bukhari).

28. Datangnya kaum yang lebih jahat dari kaum sebelumnya
Dari Anas bin Malik r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saww. bersabda, ‘Tidaklah datang suatu zaman pada kalian, kecuali orang-orang pada zaman tersebut lebih jahat dari orang-orang yang ada pada zaman sebelum kalian.’

29. Hilangnya rasa malu kepada Allah swt.
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Ia berkata bahwa Rasulullah saww. bersabda, ‘Malulah kalian dengan sebenar-benar malu.’ Kami berkata, ’Ya Rasulullah, kami punya malu. Alhamdulillah.’ Rasulullah sawb. bersabda, “Bukan itu, akan tetapi malu kepada Allah swt. dengan sebenar-benarnya malu. Yaitu kamu pelihara kepalamu dan apa yang menjadi isinya; kamu pelihara perutmu dan apa yang di dalamnya; ingatlah olehmu kematian dan kemusnahan; dan barang siapa yang menginginkan akhirat, maka ia tinggalkan perhiasan dunia. dan, barang siapa yang melakukan itu, maka ia sungguh telah malu kepada Allah swt. dengan sebenar-benarnya malu.’ (HR. Tirmidzi).

30. Dunia tidak akan terlepas dari ujian dan cobaan
Dari Abi ‘Abdi Robb r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Tidak tersisa dari dunia ini kecuali cobaan dan ujian.’ (HR.Ibnu Hibban).

31. Dua perkara yang ditakuti banyak orang
Dari Mahmud bin Labid r.a. Ia berkata bahwasanya Nabi Muhammad saww. telah bersabda, ‘Dua perkara yang sangat dibenci manusia: kematian, padahal ia lebih baik bagi mukmin dari pada ujian, dan sedikitnya harta, padahal ia menyebabkan sedikit hisab.’ (HR. Ahmad).

32. Tanda-tanda munculnya kesemrawutan umat
Dari Hudzaifah bin al-Yaman r.a. berkata, ‘Orang-orang bertanya kepada Rasulullah saww. tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya tentang kejahatan, karena takut hal itu menimpaku.’ Maka aku katakan, ‘Wahai Rasulullah saww. sesungguhnya dulu kita berada dalam kejahiliahan (kebodohan) dan kejahatan. Lalu, Allah swt. mendatangkan pada kami kebaikan kebaikan (Islam) ini, maka apakah setelah kebaikan ini akan datang kejahatan?’ Beliau menjawab, ‘Ya.’ Aku bertanya lagi, ‘Apakah setelah kejahatan itu akan muncul lagi kebaikan?’ Beliau menjawab, ‘Ya, tetapi di dalamnya terdapat noda.’ Aku bertanya lagi, ‘Noda apakah itu?’ Beliau menjawab, ‘Yaitu suatu kaum yang berpedoman bukan dengan pedomanku. Kamu tahu dari mereka dan kamu ingkari.’ Aku bertanya lagi, ‘Lalu, apakah setelah kebaikan itu akan muncul lagi kejahatan?’ Beliau menjawab, ‘Ya, yaitu para da’i (penyeru) kepada pintu-pintu jahannam. maka, barang siapa yang memenuhi panggilan mereka, niscaya mereka akan dicampak-kan ke dalam neraka jahannam itu.’ Aku bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah saww, gambarkanlah kepada kami tentang mereka.’ Lalu, beliau menjawab, ‘Mereka adalah dari kalangan kita. Berkata dengan bahasa kita.’ Aku bertanya, ‘Apa yang engkau perintahkan padaku jika hal itu menimpaku?’ Beliau menjawab, ‘Berpegang teguhlah dengan jamaah muslimin, dan imam mereka (kelompok yang berpegang teguh dengan al-Haq).’ Aku bertanya, ‘Jika mereka tidak punya jama’ah dan tidak punya imam?’ Beliau menjawab, ‘Maka tinggalkan semua golongan itu, walaupun kamu harus menggigit akar pohon sampai kamu mati, sedangkan kamu berada dalam keadaan demikian.’ (HR. Bukhari).

33. Bila akhirat menjadi tujuan utama, urusan dunia pun menyertainya
‘Dan, barang siapa menjadikan akhirat keinginan (utamanya), niscaya Allah kumpulkan baginya urusan hidupnya dan dijadikan kekayaan didalam hatinya dan didatangkan kepadanya dunia bagaimanapun keadaanya (dengan tunduk).’(HR. Ibnu Majah).

34. Berlomba-lomba meninggikan bangunan
Dari Abu Hurairah r.a. ‘Tidak akan datang hari kiamat….hingga manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan’ (HR. Bukhari)

tinggi
Saat ini Burj Al Khalifa (Menara Khalifah) di Dubai menjadi bangunan tertinggi di dunia, tapi sebentar lagi akan digantikan oleh Burj Al Mamlakah (Menara Kerajaan) di Jeddah sebagai gedung tertinggi. Ini adalah diantara tanda-tanda mendekatnya waktu ke kiamat.

Hadis-hadis tentang akhir zaman II


Dari buku yang di susun oleh Al-Fadhil Ustaz Abu Ali al-Banjari an-Nadwi (Ahmad Fahmi Zamzam); 40 hadis akhir zaman

21. Ahli ibadah yang jahil dan ulama yang fasik
Dari Anas r.a. Bersabda Rasulullah saww., ‘Akan ada di akhir zaman ahli ibadat yang jahil dan ulama yang fasik’. (HR. Ibnu Ady)

22: Orang yang berpegang dengan agamanya seperti memegang bara api
Dari Anas r.a. Rasulullah saww. bersabda, ’Akan datang kepada umat ku suatu zaman di mana orang yang berpegang kepada agamanya laksana menggenggam bara api.’
(HR. Tirmizi)

23. Golongan ruwaibidhah
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saww. bersabda. ‘Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang tandus (kemarau panjang). Dan pada waktu itu orang yang berdusta dikatakan benar dan orang yang benar dikatakan berdusta. Orang khianat akan disuruh memegang amanah dan orang yang amanah dikatakan pengkhianat. Dan yang berpeluang bercakap hanyalah golongan Ruwaibidhah’. Sahabat bertanya, ‘Apakah Ruwaibidhah itu hai Rasulullah?’ Nabi saww. menjawab, ‘Orang yang kerdil dan sebenarnya hina dan tidak mengerti urusan orang banyak.’ (HR. Ibnu Majah)

24. Peperangan demi peperangan
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saww. bersabda, ‘Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga melimpah ruah harta benda dan timbul fitnah (ujian kepada keimanan) dan banyak berlaku ‘al-Harj’’. Sahabat bertanya, ‘Apakah al-Hajr itu hai Rasulallah?’ Nabi saww. menjawab, ‘Peperangan demi peperangan demi peperangan’. (HR. Ibnu Majah)

25. Waktu akan menjadi singkat
Dari Anas bin Malik r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Tidak akan terjadi kiamat sehingga waktu menjadi singkat maka setahun dirasakan seperti sebulan dan sebulan dirasakan seperti seminggu dan seminggu dirasakan seperti sehari dan sehari dirasakan seperti satu jam dan satu jam dirasakan seperti satu petikan ap’. (HR. Tirmizi)

26. Munculnya galian-galian (tambang) di bumi
Dari Ibnu Omar r.a. berkata: ‘Pada suatu masa dibawa ke hadapan Rasulullah saw. sepotong emas. Dan emas itu adalah emas zakat yang pertama sekali dikutip. Emas itu telah dibawa oleh Bani Sulaim dari tempat tambang (galian) mereka. Maka sahabat berkata: “Hai Rasulullah! Emas ini adalah hasil dari galian kita’. Lalu Nabi saw. menjawab, ‘Nanti kamu akan dapati banyak galian-galian (tambang), dan yang akan menguruskannya adalah orang-orang yang jahat.’ (HR. Baihaqi)

27. Tanah Arab yang tandus menjadi lembah yang subur
Dari Abu Hurairah r.a. Bersabda Rasulullah saww, ‘Tak akan terjadi kiamat hingga Tanah Arab (yang tandus itu) menjadi lembah yang subur dan dialiri sungai-sungai’. (HR. Muslim). (ket: sekarang tanah Arab yang tandus mulai menghijau oleh pepohonan yang setiap hari disiram, disediakan satu keran air untuk satu pohon)

28. Ujian dahsyat terhadap iman
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat terhadap iman) seumpama malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman di waktu pagi, kemudian pada waktu petang dia sudah menjadi kafir, atau (Syak Perawi Hadis) seseorang yang masih beriman di waktu petang, kemudian pada esok harinya, dia sudah menjadi kafir. Ia telah menjual agamanya dengan sedikit dari harta benda dunia.’ (HR. Muslim)

29. Kelebihan ibadat di saat huru hara
Dari Ma’qil bin Yasar ra. Rasulullah bersabda, ‘Beribadat di saat-saat huru hara (dunia kacau bilau) adalah seperti berhijrah kepadaku.’ (HR. Muslim)

30. Peperangan di kawasan sungai Furat (Euphrates-Irak) karena merebut kekayaan
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Tidak terjadi hari kiamat sehingga Sungai Furat (Sungai Euphrates yaitu sebuah sungai yang ada di lrak) menjadi surut airnya sehingga nampak sebuah gunung emas. Ramai orang yang berperang untuk merebutkannya. Maka terbunuh sembilan puluh sembilan dari seratus orang yang berperang. Dan masing-masing yang terlibat berkata, ‘Mudah-mudahan akulah yang selamat itu.’ Di dalam riwayat lain disebutkan, ‘Sudah dekat suatu masa dimana sungai Furat akan menjadi surut airnya lalu nampak perbendaharaan emas, maka barangsiapa yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatupun daripada harta itu.’ (HR. Bukhari & Muslim)

31. Ketiadaan imam untuk shalat berjamaah
Dari Salamah binti al-Hurr r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Akan datang suatu zaman, orang ramai berdiri tegak beberapa masa. Mereka tidak segera mulai shalat berjamaah karena tidak mendapatkan orang yang dapat menjadi imam.’ (HR. Ibnu Majah)

32. Ulama tidak dipedulikan
Dari Sahl bin Saad as-Saaidi r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Ya Allah! Jangan kau temukan aku dan mudah-mudahan kamu (sahabat) tidak bertemu dengan suatu masa di mana para ulama sudah tidak diikuti lagi, dan orang yang penyantun sudah tidak disegani lagi. Hati mereka seperti hati orang Ajam (pada fasiknya), lidah mereka seperti lidah orang Arab (pada fasihnya).’ (HR. Ahmad)

33. Islam tinggal nama saja
Dari Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Sudah hampir sampai suatu masa di mana tidak tinggal lagi daripada Islam ini kecuali hanya namanya, dan tidak tinggal daripada Al-Quran itu kecuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka terbangun indah, tetapi ia kosong daripada hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong (naungan) langit. Dari mereka berawal fitnah, dan kepada mereka fitnah ini akan kembali.’ (HR. Baihaqi)

34. Al-Qur’an akan hilang dan ilmu akan diangkat
Dari Huzaifah bin al-Yaman r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Islam akan luntur (lusuh) seperti lusuhnya corak (warna-warni) pakaian (bila ia telah lama dipakai), sehingga (sampai suatu masa nanti) orang sudah tidak mengerti apa yang dimaksudkan dengan puasa, dan apa yang dimaksudkan dengan shalat dan apa yang dimaksudkan dengan nusuk (ibadat) dan apa yang dimaksudkan dengan sedekah. Dan al-Quran akan dihilangkan kesemuanya pada satu malam sahaja, maka (pada esok harinya) tidak tinggal dipermukaan bumi daripadanya walau pun hanya satu ayat. Maka yang tinggal hanya beberapa kelompok daripada manusia, diantaranya orang-orang tua, laki-laki dan perempuan. Mereka hanya mampu berkata, ‘Kami sempat menemui nenek moyang kami memperkatakan kalimat “La ilaha illallah”, lalu kami pun mengatakannya juga’. Maka berkata Shilah (perawi hadis dari Huzaifah), ‘Apa yang dapat dilakukan oleh La ilaha illallah (apa gunanya La ilaha illallah) terhadap mereka, sedangkan mereka sudah tidak memahami apa yang dimaksudkan dengan shalat, puasa, nusuk, dan sedekah?’ Maka Huzaifah memalingkan muka darinya (Shilah yang bertanya). Kemudian Shilah mengulangi pertanyaan itu tiga kali. Maka Huzaifah memalingkan mukanya pada setiap kali pertanyaan Shilah itu. Kemudian Shilah bertanya lagi sehingga akhirnya Huzaifah menjawab, ‘Kalimat itu dapat menyelamatkan mereka daripada api neraka’ (Huzaifah mengatakan jawapan itu tiga kali). (HR. Ibnu Majah)

35. Lima belas maksiat yang akan menurunkan bencana
Dari Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Apabila umat ku telah membuat lima belas perkara, maka bala pasti akan turun kepada mereka yaitu:
i. Apabila harta negara hanya beredar pada orang-orang tertentu.
ii. Apabila amanah dijadikan suatu sumber keuntungan.
iii. Zakat dijadikan hutang.
iv. Suami memperturutkan kehendak isteri.
v. Anak durhaka terhadap ibunya,
vi. sedangkan ia berbaik-baik dengan kawannya.
vii. Ia suka menjauhkan diri daripada ayahnya.
viii. Suara sudah ditinggikan di dalam masjid.
ix. Yang menjadi ketua satu kaum adalah orang yang terhina di antara mereka.
x. Seseorang dimuliakan karena ditakuti kejahatannya.
xi. Khamar (arak) sudah diminum di merata tempat.
xii. Kain sutera banyak dipakai (oleh kaum lelaki).
xiii. Para artis-artis disanjung-sanjung.
xiv. Musik banyak dimainkan.
xv. Generasi akhir umat ini melaknat (menyalahkan) generasi pertama (sahabat).
Maka pada ketika itu hendaklah mereka menanti angin merah atau gempa bumi atau pun mereka akan dirobah menjadi makhluk lain.’ (HR. Tirmizi)

36. Lima maksiat yang disegerakan balasannya
Dari Ibnu Omar r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Wahai kaum Muhajirin, lima perkara kalau kamu telah mengerjakannya, maka tiada kebaikan lagi bagi kamu. Dan aku berlindung dengan Allah swt., semoga kamu tidak menemui masa itu. Perkara-perkara itu ialah:
i. Tiada terlihat (nampak) perzinaan pada suatu kaum sehingga mereka berani berterus terang melakukannya, kecuali mereka akan ditimpa penyakit Tha’un yang cepat merebak di kalangan mereka dan mereka akan ditimpa penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa umat-umat yang telah lalu.
ii. Dan tiada mereka mengurangkan jumlah dan timbangan, kecuali mereka akan diberi bencana dengan kemarau dan susah mencari rezeki dan kezaliman di kalangan pepimpin mereka.
iii. Dan jika mereka menahan zakat harta benda akan ditahan untuk mereka air hujan dari langit. Jikalau tak ada binatang (yang juga hidup diatas permukaan bumi ini) tentunya mereka tidak akan diberi hujan oleh Allah swt.
iv. Dan jika mereka mungkir akan janji Allah dan Rasulnya maka Allah akan menguasakan ke atas mereka musuh mereka, maka musuh itu merampas sebahagian daripada apa yang ada di tangan mereka.
v. Dan bila para pemimpin mereka tidak melaksanakan hukum Allah yang terkandung dalam al-Quran dan tidak mau menjadikannya sebagai pilihan, maka (di saat ini) Allah akan menjadikan peperangan di kalangan mereka sendiri,’ (HR. Ibnu Majah)

37. Kapan akan terjadi kehancuran?
Dari Abu Hurairah r.a. Pada suatu masa ketika Nabi saww. sedang berada dalam suatu majlis dan sedang bercakap-cakap dengan orang yang hadir, tiba-tiba datang seorang A’rabi (Arab Badwi) dan terus bertanya kepada Rasulullah saw, ‘Bilakah akan terjadi hari kiamat?’. Maka Nabi saww. pun meneruskan percakapannya. Maka sebahagian yang hadir berkata, ‘Beliau (Nabi) mendengar apa yang ditanyakan, tetapi pertanyaan itu tidak disukainya’. Sementara yang lain pula berkata, ‘Bahkan beliau tidak mendengar pertanyaan itu.’ Sehingga apabila Nabi saww. selesai dari percakapannya beliau bersabda, ‘Di mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?’ Lalu Arab Badwi itu menyahut, ‘Ya! Saya hai Rasulullah.’ Maka Nabi saww. bersabda, ‘Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah hari kiamat.’ Arab Badwi ini bertanya pula, ‘Apa yang dimaksudkan dengan mensia-siakan amanah itu?’ Nabi saww. menjawab, ‘Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kedatangan hari kiamat.’ (HR. Bukhari)

38. Bermegah-megah dengan mesjid
Dari Anas bin Malik r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Tidak terjadi hari kiamat sehingga umat ku bermegah-megah (dengan bangunan) masjid.’ (HR. Abu Daud)

39. Menggadaikan agama karena dunia
Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saww. bersabda, ‘Akan timbul di akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka menunjukkan kepada orang lain pakaian yang dibuat daripada kulit kambing (berpura-pura zuhud dari dunia) untuk mendapat simpati orang ramai, dan percakapan mereka lebih manis daripada gula. Padahal hati mereka adalah hati serigala (mempunyai tujuan-tujuan yang jahat). Allah swt. berfirman kepada mereka, ‘Apakah kamu tertipu dengan kelembutanKu?, Ataukah kamu terlampau berani berbohong kepadaKu?. Demi kebesaranKu, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim (cendikiawan) pun akan menjadi bingung (dengan sebab fitnah itu).’(HR. Tirmizi)

40. Golongan yang selamat
Dari ‘Auf bin Malik r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Umat Yahudi terpecah-belah menjadi 71 golongan, maka hanya satu golongan saja yang masuk surga dan yang 70 lagi akan masuk neraka. Umat Nasrani telah berpecah-belah menjadi 72 golongan, maka 71 golongan masuk neraka dan hanya satu golongan saja yang masuk surga. Demi Tuhan yang diriku didalam kekuasaannya, umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, hanya satu golongan sahaja yang masuk surga dan 72 lagi akan masuk neraka. Sahabat bertanya, mana yang selamat?’ Nabi saww. menjawab, ‘Mereka adalah jamaah’. (HR. Ibnu Majah)

41. Munculnya Imam Mahdi
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Dunia tidak akan hilang (kiamat) sehingga bangsa Arab akan dikuasai oleh seorang lelaki dari keluargaku (ahlul baitku-keturunanku) yang namanya sama dengan namaku.’(HR. Tirmizi) (ket: Imam Mahdi namanya sama dengan nabi Muhammad, Muhammad al-Mahdi)

42. Sepuluh tanda-tanda kiamat yang besar
Dari Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. Datang kepada kami Rasulullah saww. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: ‘Apa yang kamu perbincangkan?’ Kami menjawab, ‘Kami sedang berbincang tentang hari kiamat.’ Lalu Nabi saww. bersabda, ‘Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya.’ Kemudian beliau menyebutkannya, ‘Asap, Dajjal, binatang melata, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam a.s., Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab, yang paling akhir adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia menuju Padang Mahsyar mereka.’ (HR. Muslim)

Hadis-hadis tentang akhir zaman I


Dari buku yang disusun oleh Al-Fadhil Ustaz Abu Ali al-Banjari an-Nadwi (Ahmad Fahmi Zamzam)

1. Takwa dan perpaduan asas keselamatan di akhir zaman
Dari Abi Nijih ‘Irbadh bin Sariyah r.a. ‘ Rasullullah saww telah menasihati kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati kami dan menitik air mata kami ketika mendengarnya, lalu kami berkata, ‘Ya Rasulullah! Seolah-olah ini adalah nasihat yang terakhir, maka berilah pesan kepada kami.’ Lalu baginda pun bersabda, ‘Aku berwasiat akan kamu supaya sentiasa bertakwa kepada Allah swt. dan mendengar serta taat (kepada pemimpin) sekalipun yang memimpin kamu itu hanya seorang hamba. Sesungguhnya sesiapa yang panjang umurnya diantara kamu pasti ia akan melihat banyak perselisihan. Maka hendaklah kamu berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafa ar Rasyidin al Mahdiyin (khalifah-khalifah yang mengetahui kebenaran dan mendapat petunjuk ke jalan yang benar) dan gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham dan jauhilah perkara-perkara yang baru (bid’ah) yang diada-adakan, kerana sesungguhnya tiap-tiap bid’ah itu adalah sesat.’ (HR. Abu Daud dan Tirmizi)

2. Mengapa dunia Islam menjadi sasaran pemusnahan?
Dari Ummul Mu’minin, Zainab binti Jahsy (isteri Rasulullah saww.) ‘(Pada suatu hari) Rasulullah saww. masuk ke dalam rumahnya dalam keadaan cemas sambil bersabda, La ilaha illallah, celaka (binasa) bagi bangsa Arab dari kejahatan (malapetaka) yang sudah hampir menimpa mereka. Pada hari ini telah terbuka dinding Ya’juj dan Ma’juj seperti ini’, dan Baginda mempertemukan ujung jari dan ujung jari yang sebelahnya (jari telunjuk) yang dengan itu mengisyaratkan seperti bulatan. Saya (Zainab binti Jahsy) lalu bertanya: ‘Ya Rasulullah! Apakah kami akan binasa sedangkan di kalangan kami masih ada orang-orang yang shaleh?’ Lalu Nabi saww. bersabda: ‘Ya, jikalau kejahatan sudah terlalu banyak’. (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Seluruh dunia datang mengerumuni dunia Islam
Dari Tsauban r.a. Rasulullah saww. bersabda; ‘Hampir tiba suatu masa di mana bangsa-bangsa dan seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang hendak makan mengerumuni talam hidangan mereka.’ Maka salah seorang sahabat bertanya, ’Apakah karena jumlah kami sedikit pada masa itu?’ Nabi saww. menjawab, ‘Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa takut terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan mencampakkan ke dalam hati kamu penyakit wahan. Seorang sahabat bertanya, ‘Apakah wahan itu hai Rasulullah?’ Nabi saww. nenjawab, ‘Cinta pada dunia dan takut pada mati.’ (HR. Abu Daud)

4. Ilmu agama akan berangsur-angsur hilang
Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Bahwasanya Allah swt. tidak mencabut (menghilangkan) ilmu dengan sekaligus dari (dada) manusia, tetapi Allah swt. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain.’ (HR. Muslim)

5. Umat Islam mengikuti langkah-langkah Yahudi dan Nasrani
Dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a. Bahawasanya Rasulullah saww. bersabda, ‘Kamu akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu akan mengikuti mereka.’ Sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nasrani yang kau maksudkan?’ Nabi saww. menjawab, ‘Siapa lagi kalau bukan mereka’. (HR. Muslim)

6. Golongan anti hadis
Dari Miqdam bin Ma’dikariba r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Hampir tiba suatu masa di mana seorang lelaki yang sedang duduk bersandar di atas katilnya, lalu disampaikan orang kepadanya sebuah hadis daripada hadisku maka ia berkata, ‘Pegangan kami dan kamu hanyalah kitabullah (al-Quran) saja. Apa yang di halalkan oleh al-Quran kami halalkan. Dan apa yang ia haramkan kami haramkan’. Kemudian Nabi saww. melanjutkan sabdanya, ‘Padahal apa yang diharamkan oleh Rasulullah saw. samalah hukumnya dengan apa yang diharamkan oleh Allah swt.’ (HR. Abu Daud)

7. Golongan yang senantiasa menang
Dari Mughirah bin Syu’ bah r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Sentiasa di kalangan kamu ada golongan yang berjaya (dalam perjuangan mereka), sehingga sampailah suatu saat yang dikehendaki oleh Allah swt. Mereka sentiasa berjaya.’ (HR. Bukhari)

8. Penyakit umat-umat dahulu
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Umat ku akan ditimpa penyakit-penyakit yang pernah menimpa umat-umat dahulu’. Sahabat bertanya, ‘Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu itu?’ Nabi saww. menjawab, ‘enyakit-penyakit itu ialah (1) hura-hura/senda gurau (2) bermewah-mewah (3) menimbun harta sebanyak mungkin, (4) tipu menipu dalam merebut harta benda dunia, (5) saling memarahi, (6) hasut menghasut sehingga jadi zalim menzalimi.’ (HR. Hakim)

9. Islam kembali asing
Dari Abu Hurairah r.a. Bersabda Rasulullah saww, ‘Islam tersebar dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali asing. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.’ (HR. Muslim)

10. Bahaya kemewahan
Dari Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah saww. berada di dalam masjid. Tiba-tiba datang Mus’ab bin Umair r.a. dan tiada di atas badannya kecuali hanya sehelai selendang yang membalut dengan kulit. Tatkala Rasulullah saww. melihat kepadanya baginda menangis dan meneteskan air mata karena mengenangkan kemewahan Mus’ab ketika berada di Mekkah dahulu (karena sangat dimanjakan oleh ibunya) dan karena memandang nasib Mus’ab sekarang (ketika berada di Madinah sebagai seorang Muhajirin yang terpaksa meninggalkan segala harta benda dan kekayaan di Mekkah). Kemudian Nabi Muhammad saww. bersabda, ‘Bagaimanakah keadaan kamu pada suatu saat nanti, pergi di waktu pagi dengan satu pakaian, dan pergi di waktu petang dengan pakaian yang lain pula. Dan bila diangkatkan satu hidangan diletakan pula satu hidangan yang lain. Dan kamu menutupi (menghias) rumah kamu sepertimana kamu memasang kelambu Ka’bah?’. Maka jawab sahabat, ‘Wahai Rasulullah, tentunya di waktu itu kami lebih baik daripada di hari ini. Kami akan beribadat saja dan tidak usah mencari rezeki.’ Lalu Nabi saww. bersabda, ‘Tidak! Keadaan kamu di hari ini adalah lebih baik daripada keadaan kamu di hari itu’. (HR. Tirmizi)

11. Umat Islam memusnahkan orang-orang Yahudi
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Tidaklah akan terjadi kiamat, sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi sehingga kaum Yahudi itu bersembunyi di balik batu dan pohon kayu, lalu batu dan pohon kayu itu berkata, (Hai orang Islam, inilah orang Yahudi ada dibelakang saya. Kemarilah! Dan bunuhlah ia!’, kecuali pohon gharqad (semacam pohon pinus yang berduri), kerana sesungguhnya pohon itu adalah dari pohon Yahudi (oleh sebab itulah ia melindunginya)’. (HR. Bukhari & Muslim)

12. Sifat amanah akan hilang sedikit demi sedikit
Dari Huzaifah bin Al-Yaman r.a. Rasulullah saww. pernah memberitahu kami dua buah hadis (mengenai dua kejadian yang akan berlaku). Yang pertama sudah saya lihat sedang yang kedua saya menanti-nantikannya. Rasulullah saww. memberitahu bahwasanya amanat itu turun ke dalam lubuk hati orang-orang tertentu. Kemudian turunlah al-Quran. Maka orang-orang itu lalu mengetahuinya melalui panduan al-Quran dan mengetahuinya melalui panduan as-Sunnah. Selanjutnya Rasulullah saww. menceritakan kepada kami tentang hilangnya amanah, lalu beliau bersabda, ‘Seseorang itu tidur sekali tidur, lalu diambillah amanah itu dari dalam hatinya, kemudian tertinggallah bekasnya seperti bekas yang ringan saja. Kemudian ia tertidur pula, lalu diambillah amanah itu dari dalam hatinya, maka tinggallah bekasnya seperti lepuh di tangan (mengelembung di tangan dari bekas bekerja berat seperti menggunakan kapak atau cangkul). Jadi seperti bara api yang kau gilingkan dengan kakimu, kemudian mengelembunglah ia dan engkau melihat ia meninggi, padahal tidak ada apa-apa.’ Ketika Rasulullah saww. menceritakan hadis ini beliau mengambil sebiji batu kecil (batu kerikil) lalu menggilingkannya dengan kakinya.

‘Kemudian pagi hari (jadilah) ramai ramai berjual beli, maka hampir tak seorangpun yang suka menunaikan amanah, hingga terucap perkataan bahwa di kalangan Bani Fulan (di kampung tertentu) itu ada seorang yang sangat baik memegang amanah, sangat terpercaya dan ramai orang mengatakan, ‘Alangkah tekunnya dalam bekerja, alangkah indahnya pekerjaannya, dan alangkah cerdik pula otaknya.’ Padahal di dalam hatinya sudah tiada lagi keimanan sekali pun hanya seberat timbangan biji sawi.’

‘Maka sesungguhnya telah tiba masanya saya pun tidak memperdulikan manakah di antara kamu semua yang saya hendak bermubaya’ah (berjual beli). Jikalau ia seorang Islam, maka agamanyalah yang akan mengembalikan kepadaku (maksudnya agamanyalah yang dapat menahannya dari khianat). Dan jikalau ia seorang Nasrani atau Yahudi, maka pihak yang bertugaslah yang akan menggembalikannya kepadaku (maksudnya jika dia seorang Nasrani atau Yahudi maka orang yang memegang kekuasaan/pemerintahlah yang dapat menbantu aku untuk mendapatkan semua hak-hakku daripadanya.) Ada pun pada hari ini maka saya tidak pernah berjual beli dengan kamu semua kecuali dengan Fulan dan Fulan (orang-orang tertentu sahaja).’ (HR. Bukhari & Muslim)

13. Orang yang baik berkurang sedang yang jahat bertambah banyak
Dari Aisyah r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Tidak akan tiba hari kiamat sehingga anak menjadi sumber kemarahan (bagi ibu bapanya) dan hujan akan menjadi panas (hujan akan berkurang dan cuaca akan menjadi panas) dan akan bertambah banyak orang tercela dan akan berkurang orang yang baik dan anak-anak menjadi berani melawan orang-orang tua dan orang yang jahat berani melawan orang-orang baik.’ (HR. Thabrani)

14. Dimanakah awal kebinasaan seseorang
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Akan datang suatu masa dimana orang yang beriman tidak akan dapat menyelamatkan imannya, kecuali bila ia lari membawanya dari suatu puncak bukit ke puncak bukit yang lain dan dari suatu lubang kepada lubang yang lain. Maka apabila zaman itu telah terjadi, segala pencarian (pendapatan kehidupan) tidak dapat dicapai kecuali dengan perkara yang menyebabkan kemurkaan Allah swt. Maka apabila ini telah terjadi, kebinasaan seseorang adalah berawal dari memenuhi kehendak isterinya dan anak-anaknya. Kalau ia tidak mempunyai isteri dan anak, maka kebinasaannya adalah berawal dari memenuhi kehendak kedua orang tuanya. Dan jikalau orang tuanya sudah tiada lagi, maka kebinasaannya berawal dari memenuhi kehendak kaum kerabatnya (adik beradiknya sendiri) atau dari memenuhi kehendak jirannya.’. Sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah saww., apakah maksud perkataan engkau itu?’ (kebinasaan seseorang karena isterinya, atau anaknya, atau orang tuanya, atau keluarganya, atau jirannya) Nabi saww. menjawab, ‘Mereka akan mencelanya dan mengaibkannya dengan kesempitan kehidupannya. Maka dari itu ia terpaksa melayani kehendak mereka dengan menceburkan dirinya dijurang-jurang kebinasaan yang akan menghancurkan dirinya.’(HR. Baihaqi)

15. Dua golongan yang akan menjadi penghuni neraka
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Ada dua golongan yang akan menjadi penghuni neraka yang belum lagi aku melihat mereka. Pertama, golongan (penguasa) yang mempunyai cemeti-cemeti bagaikan ekor lembu yang digunakan untuk memukul orang. Kedua, perempuan yang berpakaian tetapi bertelanjang, berlenggang lenggok waktu berjalan, mengayun-ayunkan bahu. Kepala mereka (sanggul di atas kepala mereka) bagaikan punuk unta yang senget. Kedua-dua golongan ini tidak akan masuk surga dan tidak akan dapat mencium bau wanginya. Sesungguhnya bau wangi surga itu sudah tercium dari perjalanan yang sangat jauh darinya.’. (HR. Muslim)

16. Zaman dimana orang tak perduli darimana mendapatkan harta
Dari Abu Hurairah r.a. Bersabda Rasulullah saww, ‘Akan datang suatu zaman seseorang tidak memperdulikan dari mana ia mendapatkan harta, apakah dari sumber yang halal atau pun haram.’(HR. Muslim)

17. Harta riba’ dijumpai di mana-mana
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saww. bersabda, ‘Akan tiba suatu zaman, tidak ada seorang juga pun kecuali ia terlibat dalam memakan harta riba. Kalau ia tidak memakan secara langsung, ia akan terkena juga debu-debunya.’ (HR. Ibnu Majah)

18. Orang meminum khamar dan menamakannya bukan khamar
Dari Abu Malik Al-Asy’ari r.a Rasulullah saww. bersabda, ‘Sesungguhnya ada sebahagian dari umatku yang akan meminum khamar dan mereka menamanya dengan nama yang lain (mereka meminum) sambil dialunkan dengan bunyi muzik dan suara artis-artis. Allah swt. akan menenggelamkan mereka ke dalam bumi (dengan gempa) dan Allah swt. akan merobah mereka menjadi kera atau babi.’ (HR. Ibnu Majah)

19. Perempuan lebih banyak daripada laki-laki
Dari Anas r.a. “Akan aku ceritakan kepada kamu sebuah hadis yang tidak ada orang lain yang akan menceritakannya setelah aku. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Di antara tanda kiamat ialah sedikit ilmu, banyak kejahilan, berlaku banyak perzinaan, ramai kaum perempuan dan sedikit kaum lelaki, sehingga nantinya seorang lelaki akan mengurus lima puluh orang perempuan.” (HR. Bukhari & Muslim)

20. Hamba menjadi tuan dan berlomba-lomba mendirikan bangunan pencakar langit.
Dari Umar bin al-Khattab r.a. (dalam sebuah hadis yang panjang), kemudian Jibril bertanya kepada Rasulullah saw., ‘Maka khabarkan kepada ku tentang hari qiamat?’. Lalu Nabi saw. menjawab, ‘Orang yang ditanya tiada lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.’ Maka Jibrail lalu berkata, ‘Kalau begitu cuba khabarkan kepada ku tanda-tandanya.’ maka Nabi saww. menjawab, ‘Bahwa hamba akan melahirkan tuannya dan engkau melihat orang berjalan tanpa kasut dan orang yang bertelanjang lagi miskin yang hanya mengembala kambing itu berlumba-lumba untuk membuat bangunan. (HR. Muslim)