Televisi: Gambar Tersembunyi


Terjemah bebas “Television: The Hidden Picture”, di situs http://www.thetruthseeker.co.uk/?p=167

Oleh: Rixon Stewart , 12 September 2006

Tag: kesehatan, media

Masyarakat dewasa ini boleh dikata telah menjadi pecandu siaran televisi dan dengan munculnya TV kabel dan satelit tren ini akan terus berlanjut. Entahlah, apakah ini hal baik atau buruk.Yang jelas pengaruhnya boleh dikata sangat buruk, seperti tampak dari meningkatnya jumlah bukti-bukti ilmiah. Tapi jangan berharap mendengarnya dari media, terutama televisi, karena ada terlalu banyak hal yang dipertaruhkan di sini, politik dan ekonomi, agar pengaruh buruk ini diketahui secara luas.

Menurut Daniel Reid, dalam Tao of Health Sex and Longevity, sinar dari TV berkedip tak menentu, menyebabkan stimulasi tidak merata dan tidak teratur terhadap retina. “Stimulus tak beraturan ini ditransfer langsung ke otak melalui saraf optik, yang pada gilirannya mengganggu hipotalamus. Dalam percobaan ilmiah yang dilakukan di AS tetapi diabaikan oleh pemerintah dan industri televisi, tikus-tikus yang terpapar TV berwarna selama enam jam sehari menjadi hiperaktif dan sangat agresif selama sekitar satu minggu. Setelah itu mereka tiba-tiba menjadi benar-benar lesu dan berhenti berkembang biak sepenuhnya, akibat terbakarnya sistem endokrin mereka. Selama percobaan, layar TV tertutup oleh kertas hitam tebal sehingga hanya sinar tidak tampak yang dapat menembus. Dengan demikian kerusakan yang terjadi, bukan karena sinar tampak, tetapi oleh radiasi yang tak terlihat.

Temuan itu diamini oleh Dr H.D. Youmans dari U.S. Bureau of Radiological Health, seperti dikutip Associated Press pada tahun 1970: “Kami menemukan sinar yang keluar dari tabung vakum lebih keras dan mempunyai energi rata-rata lebih tinggi dari yang kami harapkan. Mereka menembus beberapa inci ke dalam tubuh sedalam 100-kilowatt sinar-X diagnostik. Anda mendapatkan dosis yang seragam untuk mata, testis dan sumsum tulang.

Pada tahun yang sama Dr Robert Elder, direktur BRH, bersaksi di depan Kongres bahwa bahkan dosis sangat kecil dari radiasi, yang jatuh di bawah batas ambang yang dibolehkan dapat menyebabkan kerusakan dan kerusakan ini bersifat kumulatif.

Bahkan bukti-bukti mulai meningkat ke titik di mana tidak bisa lagi diabaikan. Dalam hal ini anda mungkin tidak menyadari hasil sebuah studi oleh Sally Ward. Salah satu otoritas terkemuka Inggris atas perkembangan bicara anak-anak, ia menyelesaikan studi sepuluh tahun yang menunjukkan bahwa kebisingan latar belakang terhadap anak usia dua tahun dapat menunda kemampuannya berbahasa hingga setahun. Hampir selalu kebisingan latar belakang berasal dari televisi. Diantara hal-hal lain ia menemukan bahwa:

  • Anak-anak belajar berbicara dari orang tua mereka dan orang tua tidak bermain atau berbicara cukup dengan anak-anak mereka ketika TV menyala.
  • Bunyi-bunyian latar belakang dari TV atau radio, membingungkan anak-anak balita. Sebagai respon, mereka akan belajar untuk mengabaikan semua kebisingan dan mereka kemudian juga akan mengabaikan suara-suara percakapan.
  • Balita usia dua tahun atau lebih tidak boleh terpapar lebih dari dua jam TV sehari.
  • Balita usia satu tahun atau lebih muda tidak boleh terpapar televisi sama sekali .

Sally Ward saat ini sedang fokus studi tentang televisi dan bagaimana televisi mempengaruhi perhatian kita. Secara khusus dia mempelajari Berkurangnya Perhatian dan Gangguan Hiperaktifitas. Banyak orang berpikir itu kimia, “katanya, tapi dalam pandangannya…..”Itu sangat aneh, karena pada balita yang menonton televisi itu umum dijumpai, dan pada anak-anak yang menonton video juga umum dijumpai.”

Keprihatinannya sedang ditegaskan kembali di Amerika di psikolog anak John Rosemond telah meancing kontroversi dengan menyarankan bahwa Berkurangnya Perhatian dan Gangguan Hiperaktifitas disebabkan oleh lingkungan, sebuah saran yang benar-benar bertentangan dengan industri farmasi, yang mempertahankan bahwa gangguan ini diturunkan secara genetik dan dengan anggapan ini mendapat membuat keuntungan yang besar.

“Ritalin hanya bekerja untuk sementara,” kata Rosemond, ” Obat-obatan tidak akan mengubah masalah perilaku dan motivasi.” Dan ia menyalahkan televisi – “gambar-gambar yang berubah tanpa henti, berkedip-kedip.”

Menariknya, Rosemond mulai mempertanyakan peran TV setelah anaknya sendiri mulai menunjukkan gejala-gejala Berkurangnya Perhatian dan Gangguan Hiperaktifitas. Karena, ia menyingkirkan televisi dan dalam waktu enam minggu perilaku anak itu berubah. Hari ini anaknya adalah pilot maskapai penerbangan komersial, pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi.

Disarikan dari The Tao of Health Sex and Longevity, Simon & Schuster dan Get A Life! David Burke & Jean Lotus (Bloomsbury ISBN 0-7475-3689-9)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s