Mengelilingi Madurodam, menjadi Gulliver di negeri liliput


Bila berkeinginan untuk mengelilingi Belanda hanya dalam satu hari, maka berkunjunglah ke Madurodam. Dengan satu lembar tiket kombinasi yang dapat digunakan untuk naik trem, kereta api, bis dan tiket masuk ke lokasi, berangkat dari stasiun manapun di Belanda akan sampai di sana. Madurodam akan memberi gambaran menyeluruh mengenai apa yang dapat di lihat di negara ini dan kemana akan pergi pada hari berikutnya selama liburan di Belanda.

Madurodam adalah suatu taman yang juga merupakan kota miniatur Belanda. Kota miniatur ini merupakan realisasi dari keinginan untuk membantu sesama dan kenangan akan Perang Dunia II. Ide untuk mendirikannya datang dari, Ny. B. Boon-Van der Starp serta Tuan dan Ny. J.M.L. Maduro. Sebagai anggota suatu organisasi sosial, Ny. B.Boon-van der Starp merasa tergerak hatinya untuk menolong para penderita tuberculosis agar dapat terus melanjutkan pendidikan sembari berusaha untuk mendapatkan penyembuhan. Disadari untuk tujuan ini diperlukan dana yang tidak sedikit, ia lantas terinspirasi untuk membangun kota mini yang menghasilkan pemasukan cukup besar untuk dapat mendanai niat sucinya.

Tuan dan Ny. Maduro dari Willemstad, Curacao (koloni Belanda di laut Karibia) punya alasan yang berbeda. Awalnya mereka ingin mendirikan monumen untuk mengenang putra semata wayang mereka, George J. L. Maduro, yang meninggal semasa Perang Dunia II. Setelah bertemu dan berbincang dengan Ny. Boon-Van der Starp, Tuan dan Ny. Maduro lantas memutuskan untuk menyumbangkan sejumlah uang untuk turut serta membangun kota miniatur sebagai ganti mendirikan monumen yang biasa dikenal, demi mengenang kepahlawanan putra mereka.

Kota miniatur ini diresmikan pada 2 July 1952. Diantara model yang dimasukkan pada tahap awal perkembangannya adalah mercusuar Ameland, yang mempunyai tinggi 2,18 m, dibangun pada tahun 1954. Selama lebih dari 50 tahun kota liliput ini dibuka sepanjang tahun untuk umum, karena merupakan salah satu atraksi turis yang paling penting di wilayah Randstad (Belanda barat). Lebih dari 700 model dipamerkan di sini, seperti: kincir angin, puri, jembatan, museum, jaringan kereta api, mercusuar dll. Model-model di rekonstruksi secara detail dengan skala 1:25 dan dikonstruksi dari berbagai bahan, misalnya kayu, bahan sintetik dan kuningan. Semua bangunan, dan objek bergerak lainnya di dekorasi secara cermat dan mendetail hingga mirip dengan aslinya.

Madurodam mencoba menggambarkan bagaimana tipikal kota-kota Belanda berkembang selama abad-abad yang telah dilalui. Ada bagian-bagian tua dari kota dengan model-model yang menunjuk ulang ke zaman medieval (abad pertengahan); dari rumah-rumah khas, jalan-jalan hingga gereja. Juga ada sistem transportasi, seperti jaringan perkeretaapian, jalan raya dan juga bandara Madurodam yang memungkinkan penerbangan ke semua benua.

Sejak 1 April 1996 area kota Madurodam diperluas. Dengan perluasan ini beberapa penambahan dilakukan, antara lain miniatur Jembatan Erasmus di Rotterdam, Penghalang Banjir di Niuewe Waterweg, dan jaringan perkeretaapian, yang diperluas lebih 50% dari sebelumnya. Jaringan kereta api di  Madurodam tidak hanya diam mematung, tetapi sungguh-sungguh berjalan menunjukkan kesibukan seperti pada umumnya jaringan kereta api biasa, dilengkapi dengan stasiun dan jalur-jalur yang ekstensif. Setiap harinya di Madurodam dapat dilihat 12 kereta api yang berbeda berjalan di rel sepanjang 4 km. Suatu miniatur jaringan perkeretaapian terbesar di dunia. Masing-masing kereta api setiap tahunnya berjalan sejauh 20.000 km.

Diantara model yang dapat bergerak ada beberapa model yang hanya akan berjalan jika dimasukkan sejenis koin yang hanya ada di Belanda, dubbeltje. Jika kebetulan tidak punya silahkan menunggu orang lain yang memasukkan dan lihat apa yang terjadi.

Meskipun merupakan kota terkecil di Belanda tetapi aktifitas yang berlangsung di sana lebih banyak dari kehidupan sehari-hari; dalam 1mkota miniatur tampak ratusan pejalan kaki, sementara para pengunjung hanya dapat berjalan beberapa langkah. Berada di kota Madurodam laksana Gulliver di negeri liliput. Dahulunya Madurodam kota yang berdiri sendiri, Ratu Beatrice pernah menjadi walikotanya, tetapi kini menjadi bagian dari Scheveningen.

Atraksi dan hiburan yang ada di Madurodam sangat cocok untuk anak-anak, dimana mereka tampaknya menyukai model berskala kecil, dan model-model yang dioperasikan dengan koin. Walaupun demikian sebagian besar para pengunjung adalah orang dewasa.

————————————————————————————-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s