Keukenhof, kebun sayur mayur yang menjadi taman bunga


Tulip memang identik dengan Belanda walaupun asalnya bukan dari sana, tetapi dari Turki. Adalah Carolus Clusius, seorang ahli biologi, yang pertama kali memperkenalkannya pada tahun 1953, dengan menanamnya di sebuah kebun di Leiden setelah mendapat kiriman bibit bunga ini dari temannya yang menjadi dutabesar di Kostantinopel. Tulip yang telah menjadi simbol negeri kincir angin ini bersama dengan bunga leli, daffodil, gladiol, merupakan produk ekspor penting negeri Belanda, dipasarkan hingga ke Amerika Serikat, Jerman dan Jepang.

+++

Berada di Belanda pada musim semi memang menyenangkan, karena itu berarti kesempatan untuk menikmati keindahan bunga tulip di Keukenhof, yang terletak sekitar 18 kilometer dari Amsterdam, di sebelah selatan Haarlem, antara kota Hillegom dan Lisse. Taman cantik seluas 32 hektar ini merupakan area pameran bagi industri bunga di Belanda.

Keukenhof sebelumnya tidaklah secantik sekarang. Dahulunya (1401-1436) tempat ini dimiliki oleh seorang wanita bangsawan Belanda, Countess Jacoba van Beieren. Ia memanfaatkan sebagian lahan untuk bertanam bumbu dapur, sayur mayur dan buah-buahan. Setiap hari sang countess mengumpulkan bahan-bahan segar untuk dapurnya. Inilah yang memberi nama kepada taman ini di kemudian hari, Keuken artinya dapur dan hof artinya kebun, secara harfiah Keukenhof berarti Kebun Dapur.

Pada tahun 1840, tempat ini di didisain ulang dalam gaya meniru alam. Dengan bentuk-bentuk permukaan tanah yang tidak beraturan serta dapat dijumpai kolam-kolam. Pada tahun-tahun berikutnya Keukenhof terus mengalami perkembangan hingga seperti sekarang ini.

Pada tahun 1949, walikota Lisse waktu itu bersama dengan 10 pengusaha bunga terkenal memunculkan gagasan untuk mengadakan pameran bunga yang sifatnya tahunan untuk menunjukkan kepada pengunjung berbagai jenis bunga yang ada di Belanda. Sebagai lokasi pameran mereka mendapatkan tempat ini yang kemudian dikenal sebagai taman bunga tulip terbesar di dunia.

Pada tahun pertama, pameran bunga ini berhasil menarik 236.000 pengunjung. Dengan berlalunya waktu Keukenhof semakin banyak menyedot perhatian pengunjung. Kini, selama sekitar 8 minggu setiap tahunnya, taman terkenal ini dapat menarik antara 700.000 hingga 900.000 pengunjung untuk melihat lebih dari 6.000.000 bunga, termasuk diantaranya 1000 jenis tulip.

Selama empat dekade pengunjung dari seluruh dunia datang kemari untuk menikmati keindahannya, meskipun demikian tujuan utamanya adalah tetap untuk memajukan industri bunga dan pariwisata adalah tujuan kedua. Awalnya hanya 10 pengusaha bunga yang berpartisipasi dalam pameran, tetapi kini telah bertambah menjadi lebih dari 90 pengusaha.

Keukenhof dibuka mulai akhir Maret hingga akhir April setiap tahunnya. Selama 10 bulan sebelumnya para suplier sibuk menyiapkan 32 hektar area displai dengan bunga aneka warna. Setiap setelah pameran usai semua bunga dicabut dan taman didisain ulang.  Tidak hanya tulip yang ditemui disini tetapi juga daffodil, narsiskus, hiasin, leli, dan lain-lain ditanam dibawah rindang daun pepohonan abad 18, di antara lapangan rumput hijau, kanal-kanal, danau buatan yang diisi angsa-angsa hitam dan putih (yang khusus disewa setiap tahunnya untuk mempercantik taman) dan jalan setapak untuk pengunjung, serta objek-objek seni lainnya seperti patung-patung. Saat terbaik untuk berkunjung adalah akhir April atau awal Mei dimana semua bunga sedang berkembang.

Selain dijumpai dalam taman di udara terbuka, bunga-bunga juga dipamerkan dalam pavilyun-pavilyun di dalam ruang tertutup dengan luas seluruhnya sekitar 7000 m2. Lebih dari 500 jenis bunga dipamerkan disini; diantaranya pernah dipamerkan satu spesies bunga tulip berwarna merah muda yang diberi nama Hillary Clinton.

Keindahan dan keunikan Keukenhof telah menjadikannya sebagai objek turis yang penting di Belanda dan salah satu tempat yang paling banyak dipotret di dunia. Setiap sudut  taman menawarkan keindahan, hamparan karpet bunga berwarna warni, angsa-angsa cantik penghias kolam, dan juga seorang noni Belanda yang ramah dan murah senyum dalam pakaian tradisional yang melepas para pengunjung di pintu keluar, semuanya memikat untuk difoto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s