Ameland, hidup berteman laut


Ditulis oleh IPRANTA, dimuat di harian Kompas edisi Minggu, sekitar tahun 2005-2006

Ameland, sebuah pulau kecil di kepulauan Frisia, rangkaian kepulauan yang sebagian pulau-pulaunya dimiliki Belanda, Jerman dan Denmark, yang terletak di lepas pantai utara Belanda daratan. Pulau yang sebagian besar terdiri dari gumuk pasir ini mempunyai area daratan seluas kurang lebih 60 km2.

Menurut sejarah, dahulunya Ameland merupakan tempat para pelaut dan nelayan berlindung dari serangan badai yang dikemudian hari menetap di sana. Bahkan di abad 18, menangkap ikan paus merupakan sumber pendapatan utama para penduduk disana. Kini, penduduknya yang hanya berjumlah sekitar 3500 jiwa terkonsentrasi di 4 kampung, yaitu Ballum, Buren, Hollum dan Nes. Hollum merupakan kampung tertua dengan jumlah penduduk terbanyak, disusul Nes dimana pelabuhan ferry berada. Nes merupakan kampung yang paling ramai karena menjadi pusat bisnis dan sering dikunjungi turis untuk mendapatkan beragam souvenir. Ballum, kampung dimana pelabuhan udara Ameland terdapat dan Buren kampung keempat dan terletak paling timur yang awalnya merupakan kampung petani.

Di Ameland, bangunan-bangunan tua tetap dipertahankan dan dirawat dengan baik, misalnya, di Hollum terdapat gereja yang didirikan awal abad 12, rumah-rumah kapten kapal yang dibangun pada abad 15, serta mersu suar yang dibangun pada abad 18. Bangunan-bangunan bersejarah diatas serta banyak lagi yang dijumpai ditempat lain menjadi objek yang menarik perhatian para turis.

Permata Laut Wadden
Ameland adalah suatu pulau yang telah terbiasa hidup dari dan dengan laut (berteman dengan alam) yang oleh Pemerintah Belanda diperuntukkan sebagai salah satu percontohan pengelolaan lingkungan yang didasarkan pada semboyan kembali ke alam (back to nature) sesuai dengan proses alamiah yang berlangsung. Pada bagian pesisir Pulau Ameland dikelilingi oleh beberapa proses alamiah yang terpengaruh oleh aktifitas laut yang mengitarinya.

Pantai bagian selatan dimana kondisi lautnya relatif tenang disertai energi yang rendah maka material yang diendapkan berukuran halus (lempung). Perubahan muka laut yang cukup signifikan pada saat pasang naik dan pasang surut memberi keunikan tersendiri bagi pulau ini. Pada saat pasang naik Ameland akan terpisahkan dari Belanda daratan tetapi pada saat surut terendah akan tersingkap dasar Laut Wadden yang menyatukan Pulau Ameland dengan Belanda daratan, hanya dijumpai beberapa alur saja yang masih tetap ada airnya, sehingga memungkinkan untuk dilalui dengan berjalan kaki. Berjalan kaki menyeberangi Laut Wadden pada saat pasang surut merupakan sesuatu yang berbahaya, tetapi justru menjadi tantangan bagi mereka yang ingin melakukannya. Jarak dari pelabuhan ferry Holwerd di Belanda daratan ke Ameland hanya sekitar 9 km.

Secara morfologi bagian selatan dan timur Pulau Ameland ini relatif rendah, maka untuk menanggulangi air laut pada saat pasang naik tinggi dibuatlah tanggul (dike). Morfologi ini tersusun oleh material yang diendapkan oleh aktivitas pasang surut khususnya pada saat pasang tertinggi. Bagian ini juga merupakan daerah konservasi fauna dengan adanya berbagai jenis burung serta flora pada ekosistem daerah pasang surut.

Bagian tengah yang merupakan endapan material tua yang sangat stabil dan berukuran kasar hasil endapan pasir pantai dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian dan sebagian untuk perkampungan yang ada.

Di pesisir barat dan utara saat ini terdapat endapan pasir pantai yang membentuk gumuk-gumuk pasir yang mempunyai ketinggian yang cukup sehingga dapat menahan air laut pada saat pasang naik. Sedangkan ke arah utara di tengah laut tampak dari kejauhan sumur eksplorasi minyak bumi yang dimiliki oleh salah satu perusahaan minyak Belanda. Selain sumur eksplorasi minyak juga banyak dijumpai fauna yang khusus seperti anjing laut. Anjing-anjing laut ini akan terlihat pada saat air laut surut pada musim panas beriringan menuju ke pesisir endapan pasir di tengah Laut Utara.

Untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan pasir khususnya di sepanjang pantai yang ada maka dilakukan penanaman pohon-pohon yang dapat berfungsi untuk menangkap pasir yang terbawa oleh angin. Dengan demikian endapan pasir di sepanjang pantai yang ada akan semakin lebar dan semakin tinggi. Hal inilah salah satu usaha dalam pengelolaan lingkungan pesisir dengan semboyan kembali ke alam yang diterapkan.

Pulau Ameland merupakan salah satu tujuan wisata di negeri Belanda khususnya wisata yang berhubungan dengan pengelolaan lingkungan. Ekosistem wilayah pulau kecil yang menjadi tujuan utama mulai dari proses-proses yang berlangsung, dengan endapan yang bervariasi mulai dari yang berukuran halus hingga kasar (pasir) serta flora dan fauna yang hidup pada ekosistem tersebut. Di beberapa bagian pulau juga dijumpai adanya tempat untuk camping khususnya pada musim panas. Tempat-tempat untuk wisata ini dijumpai hampir di seluruh pulau Ameland, demikian juga sarana dan prasarana untuk mendukung wisata tersebut juga sudah tersedia dan tersebar pada daerah perkampungan yang ada.

Ameland menawarkan kedamaian dan ketenangan. Liburan di sini sungguh berada jauh dari hingar bingar. Sangat jarang menemukan kendaraan bermotor bersliweran di jalan raya, meskipun tidak ada larangan bagi para turis untuk menggunakannya. Jumlah mobil dapat dihitung dengan jari bahkan pada saat-saat puncak. Sepeda menjadi alat transportasi favorit yang siap digunakan untuk menjelajah seantero pulau hanya dalam satu hari.

Berada di pantainya kita akan menikmati konser alam. Mendengarkan suara angin laut yang berhembus, dipadu jeritan burung-burung laut. Di kejauhan tampak sekawanan anjing-anjing laut bermain di daratan pantai Laut Utara. Lingkungan yang menyenangkan serta penduduknya yang ramah menambah kenyamanan berlibur.
—————————————————————————————–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s