Tanah kelahiran Magna Carta yang hening


No free man shall be seized or imprisoned, or stripped of his rights or possessions, or outlawed or exiled, or deprived of his standing in any other way, nor will we proceed with force against him, or send others to do so, except by the lawful judgement of his equals or by the law of the land. To no one will we sell, to no one deny or delay right or justice.” (Magna Carta, klausul 39, 40)

Magna Carta adalah piagam besar untuk kebebasan dan ungkapan pertama hak-hak asasi manusia. Di dalamnya memuat demokrasi ideal, pembatasan kekuasaan, kesetaraan dan kebebasan di bawah hukum. Nama Egham dan Runnymede terasosiasi dengan Magna Carta, karena disinilah disuatu padang rumput hening yang awalnya termasuk wilayah Egham dan berganti menjadi wilayah Runnymede, piagam terkenal itu dilahirkan.

Egham dan Founder’s Building

Kereta api meluncur cepat dari London Waterloo menuju Egham. Suasana di dalam cukup hangat dan nyaman. Beberapa kelompok penumpang sedang asyik mengobrol di sepanjang perjalanan. Melalui kaca jendela tampak hamparan panorama alam pedesaan Inggris yang dipenuhi area hijau berhiaskan rumah bata berdinding kuning kecoklatan dan bercerobong asap. Tanpa terasa empat puluh menit telah berlalu, seperti tercantum di jadwal perjalanan, sampailah kereta di sebuah station kecil.

Udara diluar, brrrr dinginnya menerpa kulit. Kancing-mancing mantel rapi terpasang, juga syal melingkar rapat di leher. Udara hangat di dalam kereta sirna sudah. Dengan berjalan bergegas mengatasi udara dingin kunaiki tangga penyeberangan antar peron. Dari atas jembatan pandangan mata menyapu satu bangunan indah, seperti menara istana, menyembul diantara rimbun hijau daun-daun pepohonan yang tumbuh di atas sebuah bukit kecil. Siapapun yang ke Egham pasti pernah melihatnya termasuk Riri Riza sang sutradara Laskar Pelangi.

Menara tersebut hanya berjarak sekitar 1,5 km atau 20 menit berjalan kaki menyusuri jalan raya mendaki bukit Egham. Pada  jembatan penyeberangan kedua akan tampak pintu masuk utama Universitas Royal Holloway dan Clock Tower berdiri gagah menyambut. Itu salah satu menara Founder’s Building, yang tadi nampak dari stasiun. Founder’s Building, berukuran luas bak istana dan berarsitekstur gaya Victoria terinspirasi Chateau de Chambord di Loire, Perancis, berdiri gagah diantara pepohonan, taman, dan lapangan bermain. Gedung ini adalah bangunan college yang asli yang pada awalnya hanya diperuntukkan bagi wanita.

Runnymede dan Magna Carta

Pagi hari yang menyenangkan, sayang kalau hanya mengurung diri di dalam flat. Matahari musim semi memberi rasa hangat di kesejukan pagi, meskipun langit tak begitu cerah. Begitu selalu nyaris setiap hari, suatu kemuraman khas Inggris. Bunga-bunga daffodil bermekaran, memberi bercak kuning diantara warna hijau. Angin berhembus perlahan menebar aroma rerumputan. Sambil berjalan perlahan kutarik nafas dalam. Udara segar menyelusup masuk menyehatkan rongga paru-paru. Ahhh sungguh nyaman, suatu kelangkaan di negeri sendiri.

Dari kampus Royal Holloway berjalan kaki melalui jalan pintas menuju Runnymede, daerah pedesaan  berbukit-bukit landai, telaga-telaga cantik, padang rumput dan area pepohonan. Disisi lain Runnymede, Sungai Thames dari Windsor mengalir jernih dan tenang.

Runnymede terletak dekat ke Egham, sekitar  6,5 km di timur Windsor dan 31 km di barat pusat kota London. Di suatu masa wilayah ini secara administratif menyatu dengan Egham tetapi sejak tahun  1974 berubah. Sejak belasan abad yang lalu padang rumput ini mejadi tempat favorit bagi dewan raja-raja Anglo-Saxon untuk mengadakan pertemuan rutin dan biasanya diadakan di udara terbuka.

Di suatu tempat yang dikenal sebagai pulau Magna Carta, sebuah daratan yang dikitari aliran sungai Thames di Runnymede, pada tahun 1215 Raja John mensahkan Piagam Magna Carta. Di pusat kota Egham dijumpai patung yang menggambarkan peristiwa ini, sedangkan di Runnymede, pada tahun 1957 dibangun sebuah monumen. Padang Runnymede menyimpan banyak sejarah, selain monumen Magna Carta, juga ada monumen John F. Kennedy dan di bukit Cooper yang letaknya berdekatan berdiri monumen the Commonwealth Air Force untuk mengenang  patriot yang gugur pada Perang Dunia II dan tak diketahui kuburnya. .

Selalu senyap

Egham dan Runnymede adalah kota kecil (jika boleh disebut kota) yang senyap, berpenduduk sekitar 6000 jiwa. Disini terdapat dua universitas, Royal Holloway dan Brunel dengan ribuan mahasiswa tidak hanya lokal tetapi juga mancanegara. Meskipun ramai dihuni mahasiswa, Egham tetap saja sunyi terutama jika musim libur perkuliahan. Waktu seakan berjalan ditempat, tak ada ketergesaan, tak ada hiruk pikuk kota.

Kesenyapan yang membosankan tergantikan oleh banyaknya tempat-tempat menarik untuk dikunjungi di sekitarnya. Padang rumput Runnymede sendiri pada musim panas ramai dikunjungi pelancong yang berpiknik di tepian sungai Thames.  Ada danau Virginia Water, area terbuka yang dipenuhi pepohonan dengan danau yang cantik, atau melihat kawanan rusa di taman Windsor, atau pergi ke kebun bunga Savill, menikmati beraneka ragam tanaman hias atau dapat juga pergi ke kota Windsor untuk melihat Puri Windsor yang terkenal sambil menyusuri Sungai Thames dan memberi makan angsa dan unggas lainnya yang menghiasi sungai.

Egham pedestrian King John statue Founders in winter Clock Tower

One thought on “Tanah kelahiran Magna Carta yang hening

  1. blognya keren dan tulisannya berisi tapi lebih keren lg kalau judulnya di buat kotak sendiri biar kita yang baca ga kepanjangan nurunin kursor…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s